Selama kegiatan berlangsung, para pelaku UMKM mendapatkan sosialisasi terkait manfaat QRIS, tahapan pendaftaran, hingga pendampingan teknis penggunaan QRIS dalam aktivitas usaha sehari-hari. Pelaku usaha di sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga jasa pariwisata terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut karena dinilai sesuai dengan kebutuhan usaha mereka.
Selain meningkatkan literasi digital, penerapan QRIS juga diharapkan mampu memperkuat citra Desa Batu Belubang sebagai desa wisata yang modern, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sistem pembayaran digital dinilai mampu meningkatkan transparansi transaksi, memperluas jangkauan pasar, serta membantu pengelolaan keuangan UMKM menjadi lebih tertib dan profesional.
Perwakilan pelaku UMKM Desa Batu Belubang menyambut positif pendampingan tersebut. Menurut mereka, kehadiran QRIS sangat mempermudah transaksi dengan wisatawan, khususnya wisatawan muda yang lebih memilih pembayaran non-tunai dibandingkan uang tunai.
Melalui program pengabdian bertajuk “Smart Tourism Desa Wisata”, tim pengabdian berharap Desa Batu Belubang dapat menjadi contoh pengembangan desa wisata berbasis digital di Bangka Belitung. Ke depan, pendampingan berkelanjutan akan terus dilakukan agar UMKM lokal mampu tumbuh, berdaya saing, dan menjadi penggerak utama perekonomian desa.
Editor : Muri Setiawan
Artikel Terkait
