Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Aikal, Anak Pedagang Ikan Keliling yang Raih Beasiswa dan Bertekad Membahagiakan Orang Tua
Advertisement . Scroll to see content

Siapa Pemilik Starbucks? Ternyata Pernah jadi Tukang Loper Koran dan Sales

Sabtu, 11 Februari 2023 | 19:25 WIB
  • author Muri Setiawan/ Net Lintasbabel.iNews.id
Siapa Pemilik Starbucks? Ternyata Pernah jadi Tukang Loper Koran dan Sales
Salah satu kedai Starbucks di daerah Ohio, AS. Pemilik usaha ini ternyata berasal dari keluarga miskin, dan sempat menjadi loper koran serta sales. Foto: net.

Beberapa tahun kemudian dia bekerja di sebuah pondok ski di kawasan Michigan. Dia kemudian menikah dengan Sheri Kersch Schultz dan dikaruniai tiga orang anak bernama Jordan Kyle, dan Addison.

Tahun 1979, Howard direkrut oleh PAI Partners, sebuah perusahaan peralatan dapur. Disini dia menjabat General Manager pada anak perusahaan PAI Partners yaitu Hammarplast, sebuah perusahaan Swedia. Howard bertugas menjual peralatan rumah tangga, termasuk mesin pembuat kopi.

Tahun 1981, dia berangkat ke Seattle untuk memeriksa sebuah kedai kopi ternama bernama Starbucks. Starbucks sendiri kala itu memang menjadi langganan pembeli mesin kopi pembuat espresso di kantornya bekerja.

Tiba di kedai Starbucks, Howard mencoba mencicipi kopi yang diciptakan, dan dia langsung terkesan dengan cara kedai ini membuat kopi yang nikmat dan memberikan pelayanan prima kepada pembelinya.

"Ya Tuhan, ini benar-benar bisnis yang bagus, kotanya pun sangat indah. Aku ingin menjadi bagian dari semua ini," kata Howard saat mengunjungi Starbucks.

Alhasil, ucapan Howard itu ternyata didengar oleh Tuhan. Setahun berselang, tepatnya tahun 1982 dia diterima bekerja sebagai Direktur Operasi Ritel dan Pemasaran di Statbucks.

Tahun 1983, Howard melakukan perjalanan dinas ke Milan, Italia untuk berbelanja biji kopi. Dia terkesan dengan salah satu kedai kopi di sama yang menjadi tempat orang-orang berkumpul dan bersosialisasi satu sama lain. Ide ini kemudian disampaikan kepada salah satu pemilik Starbucks yakni Baldwin. Sayang, ide itu ditolak Baldwin dengan alasan akan merubah gaya dan identitas khas Starbucks.

Editor: Muri Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut