Varian Baru Covid-19 Dinamai Omicron, WHO : Menjadi Perhatian Bersama

NEW YORK, lintasbabel.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyatakan varian virus corona baru yang dinamakan Omicron, sebagai "perhatian". Varian ini memiliki sejumlah besar mutasi, dan bukti awal menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang.
Ini pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November lalu, dan juga telah diidentifikasi di Botswana, Belgia, Hong Kong dan Israel.
Sejumlah negara kini telah memutuskan untuk melarang atau membatasi perjalanan ke dan dari Afrika Selatan (Afsel).
Wisatawan dari Afsel, Namibia, Zimbabwe, Botswana, Lesotho, dan Eswatini tidak akan dapat memasuki Inggris Raya kecuali mereka adalah warga negara Inggris atau Irlandia, atau penduduk Inggris.
Para pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan penerbangan dari Afsel, Botswana, Zimbabwe, Namibia, Lesotho, Eswatini, Mozambik dan Malawi akan diblokir, mencerminkan langkah sebelumnya yang diambil oleh AS. Ini akan mulai berlaku pada Senin (29/11).
Negara-negara Uni Eropa (UE) dan Swiss juga telah menghentikan sementara penerbangan ke dan dari beberapa negara Afsel.
Tidak jarang virus berubah, atau bermutasi, dari waktu ke waktu. Varian virus menjadi varian yang mengkhawatirkan ketika mutasi itu dapat memengaruhi hal-hal seperti penularan, virulensi, atau efektivitas vaksin.
Editor : Muri Setiawan