Melalui dukungan pendanaan Kemdiktisaintek dan pendampingan dosen UBB, penerapan teknologi Smart Farming akan terus dikembangkan untuk membantu petani mengendalikan organisme pengganggu tanaman secara lebih efektif.
Selain meningkatkan efisiensi tenaga dan biaya pengendalian hama, teknologi ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan bahan kimia, menjaga kesehatan tanaman, serta menciptakan lingkungan budidaya yang lebih berkelanjutan.
Tim PKM UBB juga berharap setelah program pengabdian selesai, petani tetap konsisten memproduksi beras merah dan mampu memasarkan hasil panennya secara mandiri melalui platform digital.
Dengan demikian, pengembangan Beras Merah Benua Cemerlang tidak hanya menjadi upaya mempertahankan tradisi hume, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Paya Benua sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal di Pulau Bangka.
Editor : Haryanto
Artikel Terkait
