Dosen UBB Dampingi UMKM Pangkalpinang Perkuat Pemasaran Digital, 55 Persen Belum Rutin Pakai Medsos

Muri Setiawan
Dosen UBB dampingi UMKM Pangkalpinang memperkuat pemasaran digital. Survei 27 peserta menunjukkan 55,6 persen belum rutin memanfaatkan media sosial. Foto: Istimewa.

PANGKALPINANG, LintasBabel.iNews.id — Pemanfaatan media sosial belum otomatis membuat pemasaran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berjalan optimal. Di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif, konsistensi promosi dan strategi pemasaran digital masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha.

Persoalan tersebut menjadi perhatian tim dosen Universitas Bangka Belitung (UBB) melalui program pengabdian kepada masyarakat tingkat universitas tahun 2026. Bekerja sama dengan Rumah BUMN Pangkalpinang, tim dosen menggelar pelatihan untuk memperkuat kemampuan pemasaran digital pelaku UMKM di Kota Pangkalpinang.

Kegiatan bertajuk Enhancing Business Competitiveness: Strategi Penguatan UMKM dalam Mendorong Kinerja Usaha Berbasis Digitalisasi itu berlangsung pada Rabu (7/10/2026) di PLUT KUMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang.

Survei 27 Peserta Ungkap Tantangan Digitalisasi UMKM

Hasil pemetaan awal terhadap 27 peserta menunjukkan seluruh responden telah menggunakan media sosial untuk memasarkan produk. Namun, sebanyak 55,6 persen di antaranya belum memanfaatkan media sosial secara rutin.

Temuan lainnya, hanya 18,5 persen peserta yang menilai pemahaman mereka mengenai pemasaran digital berada pada kategori tertinggi, yakni 71–100 persen.

Data tersebut memperlihatkan bahwa tantangan digitalisasi UMKM bukan semata-mata terletak pada akses terhadap teknologi. Kemampuan menyusun strategi, menjaga konsistensi promosi, membangun identitas produk, serta menjangkau pelanggan yang tepat juga menjadi faktor penting.

Melalui pelatihan ini, tim dosen UBB mendorong pelaku usaha agar tidak sekadar memiliki akun media sosial, tetapi mampu menggunakannya sebagai instrumen pemasaran yang terencana dan berorientasi pada pengembangan bisnis.

Materi pelatihan disampaikan Muslim El Hakim, Kepala Bidang Pengembangan, bersama Ryand Daddy Setiawan, dosen Program Studi Bisnis Digital UBB.

Pembahasan mencakup strategi pemasaran digital, pemilihan platform sesuai karakteristik target pelanggan, penyusunan konten promosi yang informatif, serta penguatan identitas produk melalui nama, logo, kemasan, dan tampilan visual yang konsisten.

Peserta juga didorong menyajikan foto atau video produk yang menarik dengan informasi yang jelas mengenai keunggulan produk, harga, dan cara pemesanan. Dengan begitu, media sosial tidak hanya menjadi etalase digital, tetapi juga sarana komunikasi dengan konsumen dan pengembangan pasar.

Evaluasi Awal, Pendampingan Berkelanjutan Disiapkan

Evaluasi setelah pelatihan memberikan gambaran awal mengenai pemahaman dan rencana penerapan materi oleh peserta yang mengisi post-test. Para responden tersebut menilai pemahaman pemasaran digital mereka berada pada kategori 71–100 persen.

Mereka juga menyatakan berencana mengombinasikan sejumlah media digital sesuai target pelanggan, memperkuat konsistensi identitas produk, serta mengunggah konten foto atau video secara rutin. Strategi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan jumlah pelanggan dalam satu hingga tiga bulan mendatang.

Meski demikian, hasil evaluasi tersebut belum dapat dijadikan bukti peningkatan omzet atau pertumbuhan pelanggan. Tim pengabdian menilai pemantauan lanjutan tetap diperlukan untuk mengukur sejauh mana strategi yang dipelajari benar-benar diterapkan dan berdampak terhadap perkembangan usaha.

Program ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yakni model pemberdayaan yang bertumpu pada potensi dan aset yang telah dimiliki masyarakat.

Dalam konteks UMKM, aset tersebut mencakup produk yang sudah dipasarkan, akun media sosial, serta pengalaman pelaku usaha dalam menjangkau konsumen. Pendekatan ini memungkinkan penguatan kapasitas usaha dilakukan dengan mengembangkan potensi yang sudah tersedia, bukan hanya memperkenalkan teknologi baru.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan empat dosen dan dua mahasiswa Program Studi Bisnis Digital UBB. Para dosen berperan dalam perancangan kegiatan, penyampaian materi, evaluasi, dan penyusunan luaran. Sementara itu, mahasiswa membantu aspek teknis, pembuatan konten, serta dokumentasi.

Keterlibatan mahasiswa sekaligus menjadi ruang pembelajaran untuk menerapkan pengetahuan akademik dalam konteks bisnis nyata dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Program pengabdian tersebut didukung Universitas Bangka Belitung melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tingkat Universitas Tahun 2026, dengan Rumah BUMN Pangkalpinang sebagai mitra. Kegiatan ini juga memperoleh dukungan PLUT UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Askrindo.

Ke depan, tim pengabdian merencanakan pendampingan lanjutan yang meliputi penyusunan kalender konten, penguatan branding, pembuatan materi pemasaran, dan pencatatan penjualan sederhana. Pemantauan selama satu hingga tiga bulan juga direkomendasikan untuk melihat perkembangan jumlah pelanggan dan omzet usaha.

Melalui program ini, Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBB berharap kolaborasi perguruan tinggi, mitra pemberdayaan, dan pelaku UMKM dapat terus diperkuat.

Digitalisasi diharapkan tidak berhenti pada penggunaan platform media sosial, tetapi berkembang menjadi bagian dari strategi bisnis yang terukur untuk memperkuat identitas produk, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan daya saing UMKM secara berkelanjutan.

Editor : Muri Setiawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network