Kepala Desa Paya Benua, Adeham, menyambut baik pelaksanaan program pengabdian masyarakat tersebut.
Terlebih, Pemerintah Desa Paya Benua telah menjalin kerja sama dengan Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan (FPPK) UBB.
"Saya berharap masyarakat terus mempertahankan dan mengembangkan budidaya padi ladang sebagai salah satu upaya menjaga kemandirian pangan desa," ucapnya.
Adeham juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit secara terus-menerus yang berpotensi memunculkan permasalahan baru, termasuk meningkatnya serangan hama pada lahan pertanian.
Program pendampingan yang berlangsung sejak 2025 hingga Agustus 2026 tersebut telah menghasilkan produk beras merah lokal bernama Beras Merah Benua Cemerlang.
Dalam proses pengembangannya, tim dosen UBB turut mendampingi petani mulai dari kegiatan panen, penanganan pascapanen, pengeringan hingga penggilingan beras.
Produk beras merah kemudian dikemas dengan kemasan yang bersih, rapi, dan menarik agar mampu bersaing dengan produk beras merah lainnya di pasaran.
Editor : Haryanto
Artikel Terkait
