UBB Kembangkan Beras Merah Lokal Bangka, Petani Dibekali Teknologi Smart Farming

Firman
Dosen UBB Kembangkan Beras Merah Lokal Bangka, Gunakan Teknologi Smart Farming untuk Tingkatkan Hasil Panen. Foto : ist

BANGKA, Lintasbabel.iNews.id – Dosen Universitas Bangka Belitung (UBB) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengembangkan budidaya padi beras merah lokal di Desa Paya Benua, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka. Program ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas padi ladang sekaligus menjaga kelestarian plasma nutfah lokal dan mendorong kemandirian pangan masyarakat.

Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran akademisi terhadap semakin luasnya alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada penurunan produksi padi lokal dan meningkatnya harga beras akibat berkurangnya pasokan.

Padahal, masyarakat Bangka memiliki tradisi menanam padi ladang atau yang dikenal dengan istilah hume. Meski hanya dilakukan sekali dalam setahun, tradisi ini memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga petani.

Bahkan, hasil panen padi ladang dapat membantu keluarga petani memenuhi kebutuhan beras selama satu tahun tanpa harus membeli beras dari luar.

Namun, berdasarkan identifikasi tim akademisi UBB, petani di Desa Paya Benua selama ini belum mengoptimalkan potensi ekonomi dari hasil panen mereka. Beras merah yang dihasilkan umumnya hanya dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga, bukan dipasarkan sebagai produk unggulan.

Padahal, beras merah dikenal memiliki kandungan antosianin, serat, dan antioksidan yang menjadikannya bernilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan beras putih.

Budidaya padi ladang selama ini bahkan cenderung dipertahankan sebatas tradisi dan dilakukan untuk memanfaatkan lahan sebelum ditanami kelapa sawit.

"Akademisi UBB hadir untuk mengubah pola pikir petani agar mau memasarkan produk yang dihasilkan. Kegiatan PKM kemitraan masyarakat telah dilaksanakan selama dua tahun berturut-turut," ujar Ketua PKM, Prof. Dr. Eries Dyah Mustikarini, SP, M.Si. di kutip (Jumat (6/11/2026). 

Dia menjelaskan, pada 2025 kegiatan pengabdian difokuskan pada pengenalan Good Agriculture Practice (GAP) untuk meningkatkan produktivitas padi lokal.

Melalui program tersebut, petani mendapatkan pendampingan mengenai pengolahan tanah, teknologi pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) yang lebih ramah lingkungan, serta penerapan sistem tanam jajar legowo.

Hasil pendampingan tersebut mulai terlihat dari keberhasilan panen padi beras merah yang dilakukan pada Januari 2026.

Meski demikian, budidaya padi ladang masih menghadapi tantangan berupa serangan hama, terutama tikus dan burung. Risiko serangan semakin besar karena lahan persawahan masyarakat berada berdampingan dengan perkebunan kelapa sawit.

Editor : Haryanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network