Menghadapi dinamika harga tersebut, Bank Indonesia terus mendorong penguatan program pengendalian inflasi bersama pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Rommy mengatakan, langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung agar TPID semakin memperkuat perannya dalam menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga kebutuhan pokok.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Bank Indonesia telah melaksanakan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus keterjangkauan harga pangan di masyarakat.
Di antaranya melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) komoditas beras premium sebanyak 2.500 kilogram untuk Pemerintah Kabupaten Belitung Timur bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Belitung.
Selanjutnya, FDP beras premium sebanyak 3.200 kilogram juga disalurkan untuk Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui kerja sama dengan Perum Bulog Cabang Bangka.
Selain menjaga distribusi beras, BI Babel turut memperkuat kapasitas produksi pangan melalui pelatihan dan bimbingan teknis bagi petani bawang merah se-Bangka Belitung.
Kegiatan tersebut melibatkan PT Sinergi Brebes Inovatif untuk meningkatkan kemampuan petani dalam budidaya dan pengolahan bawang merah, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Lebih lanjut, Rommy menegaskan Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) bersama pemerintah daerah.
Program tersebut menjadi bagian dari penguatan strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Editor : Haryanto
Artikel Terkait
