Kebutuhan Darah Pangkalpinang Capai 18.000 Kantong per Tahun
Iqbal mengungkapkan, kebutuhan darah di Kota Pangkalpinang mencapai sekitar 18.000 kantong per tahun. Tingginya kebutuhan tersebut tidak terlepas dari posisi Pangkalpinang sebagai salah satu pusat rujukan pasien dari berbagai daerah, termasuk Belitung.
Pasien dari sejumlah wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjalani perawatan di rumah sakit di Pangkalpinang sehingga kebutuhan darah untuk menunjang pelayanan kesehatan relatif tinggi.
Kondisi tersebut membuat PMI Kota Pangkalpinang memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi. Karena itu, dukungan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan dunia usaha, dinilai penting untuk memastikan kebutuhan darah dapat terpenuhi.
Iqbal berharap kolaborasi antara PMI Kota Pangkalpinang dan PT Timah dapat terus diperkuat, tidak hanya melalui kegiatan donor darah, tetapi juga melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan lainnya.
"Kami berharap kolaborasi dengan PT Timah tidak hanya sebatas membantu ketersediaan darah, tetapi juga semakin erat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat," tuturnya.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi salah satu upaya PMI Kota Pangkalpinang untuk memperkuat kemitraan dengan berbagai instansi sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, UTD PMI Kota Pangkalpinang memberikan penghargaan kepada mitra dan instansi dalam sejumlah kategori. Kategori tersebut meliputi mitra dengan partisipasi pendonor terbaik, mitra pendukung pendonor darah, mitra teraktif, mitra penggerak donor darah terbaik, serta mitra penggerak komunikasi kemanusiaan.
Editor : Haryanto
Artikel Terkait
