get app
inews
Aa Text
Read Next : BI Babel Gelar BEKISAH 2026 di Pangkalpinang, Dorong Ekonomi Syariah dan UMKM

Inflasi Bangka Belitung Maret 2026 Terkendali, Jadi Terendah Kedua Secara Nasional

Kamis, 02 April 2026 | 16:02 WIB
header img
Kepala Perwakilan BI Babel Rommy Tamawiwy dan Gubernur Babel Hidayat Arsani dalam BEF 2025 di Pangkalpinang. Foto: Yanto.

PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.id Inflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Maret 2026 tercatat masih terkendali dan berada dalam rentang target nasional. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan (month to month/mtm) mencapai 0,41 persen, sementara secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 1,87 persen.

Angka tersebut berada dalam sasaran target inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen, bahkan lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen (yoy). Dengan capaian tersebut, Bangka Belitung tercatat sebagai daerah dengan inflasi tahunan terendah kedua di Indonesia.

Secara bulanan, inflasi dipicu oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, terutama komoditas cumi-cumi, udang, dan daging ayam ras. Sementara secara tahunan, inflasi didorong oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, khususnya emas perhiasan yang mengalami kenaikan seiring tren harga global.

Meski demikian, tekanan harga sejumlah komoditas seperti daging ayam ras dan cumi-cumi pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 1447 Hijriah relatif lebih terkendali dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy mengatakan, capaian ini tidak lepas dari sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Kolaborasi dilakukan secara intensif untuk menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran, khususnya dari sisi bahan pangan yang bergejolak,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).

Sejumlah langkah strategis telah dilakukan, di antaranya pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 46 kali di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, 31 kegiatan difasilitasi oleh Bank Indonesia.

Selain itu, Bank Indonesia juga mendistribusikan 18,5 ton daging sapi beku dari Bekasi ke Kabupaten Belitung Timur sebagai langkah antisipasi lonjakan harga. Daging tersebut dijual kepada masyarakat melalui OPM dengan harga Rp120.000 per kilogram, lebih rendah dibanding harga pasar yang mencapai Rp155.000 hingga Rp165.000 per kilogram.

Upaya lainnya meliputi pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) pasar sebanyak 13 kali oleh pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan stok pangan, serta penyelenggaraan lima kali High Level Meeting (HLM) guna merumuskan kebijakan pengendalian inflasi.

Tak hanya itu, edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan melalui berbagai konten dan iklan layanan masyarakat, yang mendorong perilaku belanja dan konsumsi secara bijak, termasuk mengurangi pemborosan makanan (no food waste).

Program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) juga diimplementasikan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Rommy menambahkan, seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

“Ke depan, tantangan inflasi masih ada. Namun dengan optimisme, komitmen, dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan, inflasi di Bangka Belitung diharapkan tetap rendah dan stabil,” katanya.

Editor : Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut