Dari Dinding Reyot Menjadi Harapan Baru: Kisah Rumah Pak Iwan yang Disentuh Tangan Tulus TNI AD
BANGKA SELATAN, Lintasbabel.iNews.id - Di sudut pesisir pulau Lepar Kabupaten Bangka Selatan berdiri sebuah rumah yang dulu hampir roboh dimakan usia. Dindingnya terbuat dari papan yang sudah lapuk dan berlubang.
Ketika hujan turun, air dengan mudah merembes masuk. Atap seng yang sudah berkarat dan bocor, membuat penghuni rumah harus memindahkan ember kesana kemari saat hujan turun agar tidak menggenangi lantai tanah.
Rumah itu milik Pak Iwan seorang warga Desa Penutuk, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas.
Bersama istri dan tiga orang anaknya, ia sudah belasan tahun tinggal di rumah yang jauh dari kata layak. Namun, keterbatasan ekonomi membuatnya tak pernah mampu memperbaiki rumah tersebut.
Setiap malam, keluarga kecil itu tidur dengan perasaan khawatir. Ketika angin kencang datang, dinding rumah berderit keras. Anak-anaknya sering terbangun karena takut rumah mereka roboh.
“Kalau hujan deras, kami biasanya tidak bisa tidur nyenyak. Air masuk dari atap dan dinding,” tutur Pak Iwan pelan, mengenang masa-masa sulit itu.
Namun harapan datang ketika satuan tugas (Satgas) Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 127 TNI AD Kodim 0432 Bangka Selatan, menyentuh kehidupan mereka.
Melalui kegiatan bakti sosial bedah rumah yang melibatkan prajurit bersama masyarakat, rumah Pak Iwan menjadi salah satu yang dipilih untuk diperbaiki.
Sejak pagi, rombongan prajurit Kodim 0432 TNI datang membawa peralatan dan bahan bangunan menggunakan kapal kayu.
Dengan penuh semangat dibawah terik mentari, mereka membongkar bagian rumah yang sudah tidak layak dan mulai membangun kembali.
Tidak hanya prajurit, warga sekitar juga ikut bergotong royong membantu proses pembangunan.
Suasana haru dan kebersamaan terasa kuat. Canda para prajurit bercampur dengan suara palu dan gergaji yang bekerja tanpa henti. Sedikit demi sedikit, rumah yang dulunya reyot mulai berubah.
Dinding papan diganti dengan batu bata agar lebih kuat. Lantai yang dulu tanah kini menjadi semen yang rapi.
Atap seng yang sudah berkarat dan bocor diganti dengan asbes sehingga rumah menjadi lebih aman dan nyaman. Bagi Pak Iwan, perubahan itu seperti mimpi yang menjadi kenyataan.

Proses perbaikan rumah Pak Iwan yang dilakukan secara gotongroyong oleh TNI AD Kodim 0432 Bangka Selatan.
“Seumur hidup saya tidak pernah membayangkan rumah ini bisa diperbaiki secepat ini,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Istrinya juga tidak mampu menyembunyikan rasa haru. Ia berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada para anggota TNI AD yang telah membantu keluarganya.
Program bedah rumah ini bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik. Lebih dari itu, program ini menghadirkan harapan baru bagi keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Kehadiran TNI AD di tengah masyarakat menunjukkan bahwa pengabdian mereka tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir membantu rakyat yang membutuhkan.

Kondisi rumah Pak Iwan setelah dibedah dan menjadi layak huni.
Kini, rumah Pak Iwan berdiri kokoh. Anak-anaknya dapat belajar dengan lebih nyaman tanpa takut hujan atau angin kencang. Senyum kebahagiaan kembali menghiasi wajah keluarga kecil itu.
Di balik tembok baru rumah tersebut, tersimpan sebuah cerita tentang kepedulian, gotong royong, dan kemanusiaan.
Sebuah bukti bahwa tangan-tangan tulus Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) TNI AD meneguhkan harapan baru, seteguh rumah yang kini menjadi tempat berteduh keluarga Pak Iwan.
Penulis: Wiwin Suseno (Jurnalis iNews Grup Bangka Selatan/ Ketua IJTI Korda Bangka Selatan).
Editor : Haryanto