Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Rencana Pembangunan PLTN di Gelasa, Kades Batu Beriga : Belum Ada Sosialisasi, Warga Kurang Paham
Advertisement . Scroll to see content

Hasil Survei Persetujuan Publik PLTN 85,7 Persen, Walhi Babel: Bentuk Keruntuhan Integritas Akademik

Selasa, 06 Januari 2026 | 11:44 WIB
  • author Muri Setiawan
Hasil Survei Persetujuan Publik PLTN 85,7 Persen, Walhi Babel: Bentuk Keruntuhan Integritas Akademik
Rencana pembangunan PLTN di Babel mendapat penolakan dari warga dan Walhi Babel. Foto: Ist.

PANGKALPINANGLintasbabel.iNews.id - Klaim peneliti Universitas Sebelas Maret (UNS) terkait yang menyebutkan 85,7% masyarakat Bangka Belitung setuju rencana pembangunan PLTN Thorcon 500, ditolak WALHI Kepulauan Bangka Belitung.

Direktur Eksekutif WALHI Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Subhan Hafiz menyebutkan pengakuan UNS mengenai tingkat kepercayaan publik sebesar 85% terhadap rencana pembangunan PLTN menunjukkan gejala keruntuhan integritas akademik. 

“Klaim ambisius ini tidak disertai keterbukaan metodologi, instrumen riset, hingga pengolahan data. Tentu dalam sebuah riset ilmiah, hasil seperti itu tidak bermakna tanpa transparansi epistemologis yang memadai,” kata Ahmad Subhan Hafiz, Selasa (6/1/2026).


Aksi menolak rencana pembangunan PLTN di Babel oleh Walhi. Foto: Ist.

Hafiz menjelaskan hal tersebut memperkuat dugaan fabrikasi data, setelah sebelumnya publik tidak mengetahui instrumen riset, mulai dari kuesioner survei, kerangka sampel, distribusi responden, hingga informasi mengenai margin of error. Selain itu publik juga tidak mengetahui secara utuh teknik pengambilan sampel serta mekanisme validasi data.

“Dalam konteks Kepulauan Bangka Belitung kita merupakan risk society, karena akspansi industri ekstraktif, konflik ruang yang terus meluas, serta hancurnya ekosistem esensial. Sehingga ketertutupan riset terhadap pembangunan berisiko tinggi merupakan pelanggaran etika dalam penelitian sosial,” kata Hafiz.

Editor: Muri Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut