Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kadek Gerin Octavian Sugerindra, Anak Rantau Bali yang Melabuhkan Asa di Bangka
Advertisement . Scroll to see content

Gusti Ayu Made Rai : Putri Raja Bali Memilih Mualaf, Ketika Wafat Mengeluarkan Asap Harum Semerbak

Jum'at, 24 Desember 2021 | 15:00 WIB
  • author Muri Setiawan
Gusti Ayu Made Rai : Putri Raja Bali Memilih Mualaf, Ketika Wafat Mengeluarkan Asap Harum Semerbak
Makam Putri Raja Bali Raden Ayu Siti Khotijah. (Foto: bantulkab.go.id)

Suatu hari, ia meminta izin pulang ke Bali lantaran rindu dengan ayah dan ibunya. Kebetulan saat itu ada upacara agama yang diselenggarakan di Kerajaan Pemecutan. Kesempatan ini digunakan Raden Ayu untuk pulang ke kampung halaman.

Mengerti perasaan sang istri, Pangeran Cakraningrat IV akhirnya memberikan izin, doa, serta 20 orang pengawal pria dan 20 dayang-dayang perempuan. Berangkatlah mereka dari Bangkalan menuju Denpasar, Bali. Sesampainya di Istana Pemecutan, Raden Ayu tidur di istana; sementara pengawal dan dayang-dayangnya tidur di taman kerajaan.

Resmi memeluk agama Islam, Raden Ayu pun menunaikan Sholat Magrib di Merajan Istana, tempat suci umat Hindu. Saat itu semua warga kerajaan tidak ada yang mengetahui cara ibadah umat Islam. Mereka pun menduga Raden Ayu sedang mengeluarkan ilmu hitam.

Patih kerajaan melaporkan hal itu kepada Raja Pemecutan. Raja yang juga ayahnya marah dan memerintahkan Raden Ayu dibunuh. Tidak lama kemudian, Patih mengajak Raden Ayu Siti Khotijah ke depan Pura Kepuh Kembar.

Raden Ayu memiliki firasat jika dirinya akan dibunuh, ia pun meninggalkan pesan dan menjelaskan bahwa kala itu sedang beribadah menurut agama Islam. Selain itu, dia juga berpesan agar tidak dibunuh dengan senjata tajam karena hal itu akan sia-sia.

"Pakailah cucuk konde saya ini yang telah disatukan dengan daun sirih dan diikat benang Tridatu, benang tiga warna yakni putih, merah, dan hitam," cerita Pak Mangku.

Editor: Muri Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut