Program Kelurahan Binaan Lapas Pangkalpinang di Tuatunu Indah tidak hanya berfokus pada cetak sawah. Program tersebut sebelumnya diawali dengan pembuatan demplot kompos, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pengolahan nanas menjadi dodol dan minuman.
Lapas Pangkalpinang juga mengembangkan sektor hortikultura di Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Ulum Tuatunu. Dalam pelaksanaannya, program melibatkan warga binaan, masyarakat, santri, hingga pelaku UMKM setempat.
Selain pemberdayaan di sektor pertanian dan UMKM, Lapas Pangkalpinang turut menyerahkan rumah panggung layak huni serta mendukung pembangunan dermaga nelayan di kawasan Kulan.
Program pengolahan nanas bahkan telah menghasilkan produk dodol yang dipasarkan hingga Bandung. Sementara itu, pengembangan hortikultura direncanakan diperluas ke Ponpes Nahdhotul Muhibbin Tuatunu.
Melalui berbagai program tersebut, Lapas Pangkalpinang berupaya memberikan keterampilan dan pengalaman kerja kepada warga binaan sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Pembinaan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan sebelum kembali menjalani kehidupan dan beraktivitas secara mandiri setelah keluar dari Lapas.
Editor : Haryanto
Artikel Terkait
