PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan. Kali ini, Lapas Pangkalpinang berhasil memanen sebanyak 518 kilogram semangka (Citrullus lanatus) dari lahan seluas 160 meter persegi.
Panen raya tersebut digelar pada Senin (7/9/2026) dan melibatkan dua warga binaan yang sejak awal turut mengelola budidaya semangka, mulai dari proses penanaman hingga pemanenan.
Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto, mengapresiasi inovasi petugas dalam memberdayakan warga binaan melalui program ketahanan pangan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.
“Ini bukti program ketahanan pangan yang memberikan dampak nyata. Kami optimistis ke depan hasil panen akan semakin meningkat,” ujar Febie.
Prosesi panen diawali dengan pemetikan simbolis semangka yang telah memasuki masa panen. Setelah itu, seluruh tanaman semangka dipanen secara bersama-sama.
Meski dilakukan secara sederhana, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperlihatkan hasil pembinaan kemandirian yang dijalankan di lingkungan Lapas Pangkalpinang.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pangkalpinang, Mulsa Afrianto, mengatakan panen tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk menjalankan program produktif.
Menurutnya, lahan seluas 160 meter persegi mampu menghasilkan ratusan kilogram semangka setelah dikelola secara konsisten dan melibatkan warga binaan.
“Hasil panen ini, selain untuk asupan gizi warga binaan, juga akan kami pasarkan ke Mitra Juwita Buah,” kata Mulsa.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pengolahan Hasil Kerja dan Sarana Kerja, Eko Cahyono, menjelaskan keberhasilan panen tidak terlepas dari perawatan tanaman yang dilakukan secara rutin.
Perawatan meliputi penyiraman, pemupukan, hingga pemantauan pertumbuhan tanaman. Warga binaan juga dilibatkan dalam berbagai tahapan budidaya sebagai bagian dari proses pembinaan.
“Perawatan dilakukan rutin, mulai dari penyiraman hingga pemupukan. Warga binaan juga ikut terlibat sampai proses panen,” jelas Eko.
Program budidaya semangka tersebut merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin kedelapan terkait kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan.
Program tersebut juga mendorong pemanfaatan lahan-lahan tidur agar menjadi lahan produktif yang dapat memberikan manfaat.
Melalui kegiatan ini, Lapas Pangkalpinang berharap program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian warga binaan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan warga binaan, hasil budidaya juga diharapkan memiliki nilai ekonomi serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Editor : Haryanto
Artikel Terkait
