Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Musda IV IJTI Babel Digelar 6 Agustus, Siapkan Pemimpin Baru Hadapi Tantangan Jurnalisme Digital
Advertisement . Scroll to see content

Terkait Dugaan Pemerasan FB Oknum yang Mengaku Wartawan, Ketua IJTI Pengda Babel Angkat Bicara

Selasa, 09 Juli 2024 | 20:30 WIB
  • author Muri Setiawan
Terkait Dugaan Pemerasan FB Oknum yang Mengaku Wartawan, Ketua IJTI Pengda Babel Angkat Bicara
Joko Setyawanto, Ketua IJTI Pengda Babel. Foto: Dokumen Pribadi.

Terakhir, Joko juga mendorong pihak kepolisian untuk pro aktif menanggapi laporan terkait oknum yang merusak citra jurnalis.

"Kalau sudah punya barang bukti bisa diteruskan ke Polisi untuk ditindaklanjuti. Kita juga mendorong pihak kepolisian untuk pro aktif menanggapi laporan-laporan seperti itu," kata Joko.

Diberitakan sebelumnya dunia jurnalistik di Bangka Belitung khususnya di Kabupaten Bangka Barat sedang tidak baik-baik saja, pasalnya masih banyak oknum yang mengatasnamakan wartawan menggunakan profesinya untuk menakut-nakuti hingga memeras pengusaha guna meraup keuntungan pribadi menggunakan cara-cara yang sudah jelas melanggar kode etik jurnalistik.

Seperti yang dialami salah satu tokoh masyarakat asal Parit 6, Pangkalpinang. Lantaran tak dapat uang sesuai keinginannnya, seorang oknum wartawan media online berinisial FB asal Bangka Barat malah mengancam dengan ancaman akan menaikkan berita aktivitas penambangan pasir yang diduga ilegal di kawasan Parit 6, Kelurahan Bacang, Pangkalpinang, jika keinginannya tidak dipenuhi.

Insiden dugaan pemerasan itu dialami oleh Nasir, atau lebih akrab disapa Guru Nasir yang berprofesi sebagai petani kebun, di kawasan Parit 6 Pangkalpinang.

Saat dikonfirmasi kepada Guru Nasir, dirinya menceritakan bahwa oknum wartawan berinisial FB itu berasal dari Kabupaten Bangka Barat, dan sudah kerap mendatangi lokasi untuk meminta sejumlah uang.

"Namanya Feberi katanya dari Mentok, pertama dia datang berempat bersama temanya, karena saya mau berteman jadi saya kasih lah uangnya, kedua dia datang lagi ke lokasi dan saya kasih lagi, nah yang ketiga datang lagi sore hari ke lokasi tapi saya sedang tidak ada di tempat, kemudian dikasih sama teman saya yang sedang berada di lokasi," ujar Guru Nasir saat dihubungi via telepon, pada Senin (08/07/2024) malam.

Editor: Muri Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut