Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Seruni Art Festival III Meriahkan Museum Timah Indonesia Mentok, Jadi Ruang Kreativitas dan UMKM
Advertisement . Scroll to see content

Harga Cabai di Pasar Tradisional Muntok Makin Pedas, Sekilo Rp180 Ribu

Kamis, 07 Juli 2022 | 10:19 WIB
  • author Rizki Ramadhani
Harga Cabai di Pasar Tradisional Muntok Makin Pedas, Sekilo Rp180 Ribu
Pedagang cabai di Pasar Tradisional Mentok, Bangka Barat. (Foto: lintasbabel.id/ Rizki Ramadhani)

BANGKA BARAT, lintasbabel.id - Harga cabai rawit di Pasar Tradisional Muntok, Kabupaten Bangka Barat melambung tinggi saat H-3 menjelang hari raya Idul Adha 1443 Hijriah. Diketahui, harganya kini telah menyentuh angka Rp180ribu per kilogram, dari sebelumnya yang hanya mencapai Rp135ribu per kilogramnya. 

Selain itu, harga cabai besar juga ikut melambung tinggi. Saat ini, harganya mencapai berada di kisaran Rp110 ribu per kilogram, dari harga normalnya yang hanya Rp90 ribu per kilogram. 

"Kemarin cabe besar sempat turun Rp90.000, namun naik lagi Rp100.000 perkilogram. Kalau yang kami jual sekarang Rp110.000. Untuk harga cabai rawit merah saat ini Rp180.000 perkilogram, kalau sebelumnya Rp135.000 perkilogram. Pengirimannya dari Provinsi Jawa Tengah," kata Salah satu pedagang cabai di Pasar Tradisional Muntok, Mila, Kamis (7/7/2022). 

Hal senada disampaikan oleh pedagang lainnya, Joni, dirinya mengatakan kenaikan harga ini disebabkan oleh ketersediaan cabai di Pasar Tradisional Muntok yang terbatas. 

"Penyebabnya stok cabai yang sedikit. Harapannya ya mudah-mudahan stok stabil, kasihan lah sama masyarakat karena cabai ini kebutuhan. Kita rata-rata sama pengirimannya dari Jawa Tengah, tapi ada juga cabai yang dari Nusa Tenggara Barat," ujar Joni. 

Editor: Muri Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut