Menurutnya, saat ini Dinkes Babel dan BPOM terus akan terus berkoordinasi dan bersinergi.
"Ya, aksi kami bersinergi dengan BPOM, kalo kami sendiri gak bisa untuk urusan obatnya. Urusan obat negara kita memberikan amanah kepada BPOM untuk pengawasan obat," tuturnya.
Di samping itu, lanjut dia, dalam proses registrasi apotek, Dinkes Babel juga melakukan pembinaan.
"Kemudian kita misalnya surat tanda registrasi kita yang urus, itu juga dalam surat registrasi salah satu aspeknya adalah sudah dilakukan pembinaan organisasi profesinya. Kemudian baru kita kita tandatangani surat tanda registrasi dari asisten apoteker," ujarnya.
Editor : Muri Setiawan
Artikel Terkait