UBB Kembangkan Beras Merah Lokal Bangka, Petani Dibekali Teknologi Smart Farming
Memasuki 2026, tim akademisi UBB kembali melaksanakan program pengabdian dengan mengusung tema "Upaya Peningkatan Hasil Padi Ladang Lokal Bangka dengan Penerapan Smart Farming untuk Pengendalian Hama Utama Tanaman".
"Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil produksi, tetapi juga mendorong beras merah Desa Paya Benua menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan petani," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Prof. Eries didampingi Dr. Tri Lestari, SP, M.Si, yang memiliki kompetensi di bidang budidaya tanaman, serta Muhammad Fauzan Ridho, ST, MT, yang berkompeten dalam penerapan teknologi Internet of Things (IoT).
Penerapan Smart Farming difokuskan pada pengendalian hama tikus dan burung serta pemantauan tingkat kesuburan tanah menggunakan teknologi sensor berbasis IoT.
Untuk mengendalikan hama, tim memperkenalkan perangkat gelombang ultrasonik dengan frekuensi yang dirancang mengganggu pendengaran tikus dan burung, tetapi tidak terdengar oleh manusia.
Teknologi ini diharapkan dapat membantu petani menghemat biaya dan tenaga dalam pengendalian hama.
Selain itu, tim juga memperkenalkan sensor tanah seven in one yang mampu mendeteksi tujuh parameter, yakni suhu, kelembapan, pH, konduktivitas listrik (EC), serta kandungan unsur hara makro nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).
Melalui teknologi tersebut, petani dapat mengetahui kondisi kesuburan tanah secara lebih terukur sehingga penggunaan pupuk dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.
Jika kandungan unsur hara di dalam tanah masih mencukupi, dosis pupuk dapat dikurangi. Dengan demikian, penggunaan pupuk menjadi lebih efisien dan biaya produksi dapat ditekan.
Editor: Haryanto