get app
inews
Aa Text
Read Next : Usai PSU, Markus Minta Bersanding Legowo

Warga Keluhkan Debu Proyek Pelebaran Jalan Desa Pusuk Bangka Barat

Rabu, 09 Agustus 2023 | 16:37 WIB
header img
Proyek pelebaran jalan Desa Pusuk Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat dikeluhkan warga setempat karena menimbulkan debu dan pencemaran udara. Foto: Istimewa.

BANGKA BARAT, Lintasbabel.iNews.id - Sejumlah warga mengeluhkan debu yang ditimbulkan  dari kegiatan proyek pelebaran jalan Desa Pusuk, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat (Babar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Pasalnya, di sepanjang pengerjaan proyek itu, rumah warga menjadi kotor dan belum lagi ancaman penyakit infeksi saluran pernafasan atau ISPA akibat pencemaran udara tersebut. 

Budi, salah satu warga setempat mengaku dirinya merasa terganggu dengan adanya debu yang beterbangan akibat aktivitas transportasi alat berat dan truk dari proyek pelebaran jalan. Belum lagi banyak kendaraan warga yang melintas dan turut menimbulkan debu. 

"Kami khawatirlah lebih sering menerima debu jalanan. Setiap paginya kami kan mengantar anak sekolah debu pakai motor dan debu ini kalau terhirup anak-anak kan tidak bagus untuk kesehatan," kata Budi, Rabu (9/8/2023). 

Budi menambahkan, selain gangguan kesehatan seperti pernafasan, akibat debu tersebut teras rumah tangga warga yang berada di sepanjang pelaksanaan proyek lebih cepat kotor. Hal ini diakibatkan banyaknya kendaraan yang lalu lalang mulai dari pagi hingga malam hari. 

"Harapan kami bisa dibantu dengan penyiraman yang rutin, untuk dinas terkait juga bisa membagikan masker kepada warga. Jangan sampai pembangunan yang niatnya baik ini menimbulkan dampak yang kurang baik bagi warga," ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Barat, Novianto melalui Kabid Bina Marga Heriyandi meminta masyarakat untuk bersabar terlebih dahulu, karena proyek tersebut saat ini dalam proses pengerjaan. 

"Untuk proyek itu jadi hari ini jadwalnya uji test sand cone, melihat kandungan air dari agregat yang ditambahkan untuk pelebaran itu. Kalau data-data sudah masuk dalam spesifikasi, maka saya perintahkan untuk segera diaspal ruas jalan itu," kata Novianto. 

Saat ini, kata Novianto, proyek itu sudah tidak bisa lagi dilakukan penyiraman untuk mengurangi debu yang bertebaran. Ini dikarenakan proyek itu sudah masuk tahap sand cone tadi sehingga ketika dilakukan penyiraman campuran agregat tidak akan menjadi padat. 

"Kalau sebelumnya itu rutin kita siram. Kalau sudah memasuki tahapan sand cone dan menjelang pengaspalan, SOP nya tidak boleh lagi disiram. Jadi kami harap masyarakat untuk bersabar karena ini sedang proses, kalau semuanya sudah siap, segera diaspal," ujarnya. 

"Kami sudah perintahkan kontraktor pelaksana untuk segera melakukan pengaspalan. Khususnya di ruas jalan yang sudah tidak ada lagi pekerjaan struktur seperti pembangunan siring dan sebagainya," tuturnya. 

 

Editor : Muri Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut