Antara Pelestarian dan Pertunjukan, Menjaga Ruh Budaya Bangka Belitung di Era Konten

Sukma Wijaya
Sukma Wijaya, Perawat Budaya & Praktisi Kehumasan - Unmuh Babel. Foto : ist

III. Jalan Tengah: Menghidupkan, Bukan Sekadar Memajang

Apakah solusinya menghentikan festival dan melarang tradisi tampil? Tentu tidak. Budaya yang diisolasi akan membeku menjadi artefak. Budaya yang hanya hidup di panggung akan kehilangan akar.

Kita butuh jalan tengah: menghidupkan, bukan sekadar memajang.

1. Kurasi, bukan sekadar selebrasi.

Pemerintah, dewan adat, ulama, budayawan, akademisi, dan komunitas harus duduk bersama menyusun peta kebudayaan yang terstruktur.

Mana yang layak dipentaskan. Mana yang menjadi materi edukasi. Mana yang menjadi industri kreatif. Mana yang harus tetap dijaga sebagai ritus sakral di ruang asalnya. Dan mana yang perlu direkonstruksi pemahamannya.

Budaya bukan etalase toko yang semua isinya harus dijajakan.

2. Kembalikan narasi kepada makna.

Setiap pertunjukan harus membawa narasi. Ketika Perang Ketupat digelar, jangan hanya beri kesempatan melempar. Ceritakan sejarahnya, jelaskan solidaritasnya, terangkan konteks ritualnya.

Ketika Nganggung diarak, jangan berhenti pada visual barisan dulang yang instagramable. Jelaskan filosofi berbagi yang menjadi ruhnya.

Tanpa narasi, budaya menyusut menjadi kostum, gerakan, dan dekorasi. Budaya tanpa pengetahuan adalah estetika yang kehilangan alamat.

3. Libatkan pewaris, bukan sekadar penyelenggara.

Pelestarian yang sehat tidak diukur dari siapa yang menyelenggarakan acara, melainkan dari siapa yang menguasai pengetahuan tentang tradisi itu.

Masyarakat Limbung harus tetap menjadi subjek Mandi Belimau, bukan figuran yang dipanggil saat kamera menyala. Begitu pula masyarakat Tempilang, komunitas nelayan, dan para tetua kampung.

Jika pemilik tradisi hanya menjadi penonton di rumahnya sendiri, ada yang keliru dalam cara kita menyebut pelestarian.

Editor : Haryanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network