Dikatakan Miwani, pihaknya akan melibatkan sejumlah stakeholder terkait untuk melakukan pengawasan dan titiknya masih dirahasiakan.
"Kita libatkan camat di wilayah masing-masing, Satpol PP dan Satreskrim Polres Bangka Barat. Untuk jadwal ke pangkalan mana itu masih kami rahasiakan, sambil menunggu jadwal dari para agen," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk distribusi elpiji 3 kilogram biasanya dilakukan dua kali dalam sepekan oleh setiap agen.
Sementara terkait isu kelangkaan, ia mengungkapkan berdasarkan informasi yang diterima DKUP, gangguan pasokan diduga kadena kondisi cuaca dan kapal rusak.
"Jadi pada tanggal 13 Januari lalu ada surat edaran. kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan mengonfirmasi ke pihak SPBE. Ada kapal yang mengalami kerusakan," ucapnya.
Editor : Haryanto
Artikel Terkait
