get app
inews
Aa Text
Read Next : Lapas Pangkalpinang Perluas Kelurahan Binaan ke Sektor Perikanan, Bangun Dermaga Sungai Kulan

Lapas Pangkalpinang Perluas Kelurahan Binaan, Garap Lahan 6.000 Meter di Ponpes Nahdhotul Muhibbin

Selasa, 01 September 2026 | 11:54 WIB
header img
Lapas Pangkalpinang Perluas Kelurahan Binaan, Garap Lahan 6.000 Meter Persegi di Ponpes Nahdhotul Muhibbin. Foto : ist

PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang memperluas program Kelurahan Binaan di Kelurahan Tuatunu Indah, Kota Pangkalpinang. Setelah sukses mengembangkan hortikultura di Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Ulum, kini Lapas Pangkalpinang menyasar lahan tidak produktif seluas 6.000 meter persegi milik Ponpes Nahdhotul Muhibbin.

Peninjauan lahan tersebut dilakukan pada Selasa (1/9/2026) dengan melibatkan Lapas Pangkalpinang, Lapas Narkotika Pangkalpinang, Kelurahan Tuatunu Indah, serta masyarakat setempat.

Kalapas Pangkalpinang Febie Dwi Hartanto mengatakan, lahan tersebut akan dikembangkan menjadi area penanaman jagung dan berbagai tanaman hortikultura.

“Keberhasilan di Manbaul Ulum menjadi motivasi untuk memperluas program ini. Kami ingin lahan Nahdhotul Muhibbin produktif dan bermanfaat bagi ponpes, santri, santriwati, serta masyarakat sekitar, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan Asta Cita Presiden,” kata Febie.

Menurutnya, saat ini proses penyiapan lahan tengah dilakukan. Tahapan tersebut menjadi langkah awal agar lahan dapat dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan.

Program Kelurahan Binaan tersebut mendapat dukungan dari Lapas Narkotika Pangkalpinang. Kalapas Narkotika Pangkalpinang Mufakhom menyatakan pihaknya siap terlibat dalam pengembangan program, mulai dari pengelolaan lahan, pembinaan, penyediaan sarana hingga pendampingan pertanian.

“Kami siap mengambil bagian untuk menyukseskan program Kelurahan Binaan Lapas Pangkalpinang. Sinergi ini diharapkan membuat program semakin kuat dan manfaatnya semakin luas,” ujarnya.

Pengasuh Ponpes Nahdhotul Muhibbin, Ustaz Safe’i, juga menyambut positif rencana tersebut. Dia menilai pemanfaatan lahan dapat menjadi sarana pembelajaran pertanian bagi para santri sekaligus memberikan manfaat langsung bagi lingkungan pesantren.

“Kami menyambut baik program ini. Semoga lahan yang belum produktif dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar pertanian bagi santri. Kami siap mendukung dan berkolaborasi agar program ini berkelanjutan,” kata Ustaz Safe’i.

Dukungan serupa disampaikan Lurah Tuatunu Indah Iwan Bernadi. Dia berharap kolaborasi antara Lapas, pesantren, dan masyarakat dapat mengubah lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi sumber pangan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain meninjau lahan di Ponpes Nahdhotul Muhibbin, rombongan juga mengecek lokasi Kelurahan Binaan Lapas Pangkalpinang lainnya, yakni lahan cetak sawah.

Pada tahap uji coba seluas 1 hektare, kondisi lahan saat ini telah mencapai sekitar 90 persen siap tanam. Penanaman padi tinggal menunggu kesiapan sistem pengairan.

Ke depan, program Kelurahan Binaan akan dilanjutkan dengan penyiapan lahan, penyediaan sarana produksi, penanaman, hingga pendampingan pertanian.

Lapas Pangkalpinang berharap kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi pesantren, warga binaan, dan masyarakat di sekitar Kelurahan Tuatunu Indah.

Editor : Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut