Cegah Stunting, PT Timah Bangun Rumah Layak Huni untuk 3 Keluarga di Pangkalpinang
PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.id – PT Timah Tbk memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, perusahaan mendukung program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dengan memberikan bantuan rumah layak huni bagi keluarga berisiko stunting.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada tiga keluarga penerima manfaat di Kelurahan Ampui, Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, serta Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna.
Tiga keluarga yang menerima bantuan rumah layak huni yakni Muhammad Liyo Arsadana, Firdayanti, dan Soleha. Ketiganya merupakan keluarga berisiko stunting (KRS).
Bantuan rumah layak huni ini menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat dan aman. Hunian yang layak diharapkan dapat mendukung pencegahan stunting sejak dini sekaligus meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan, program GENTING tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menyasar berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab stunting.
"Salah satu penyebab stunting memang rumah yang kurang layak. Karena itu, sanitasi, akses air bersih, dan kondisi lingkungan tempat tinggal menjadi perhatian," ujar Wihaji, Rabu (12/8/2026).
Dia mengatakan, pencegahan stunting harus dilakukan sejak 1.000 hari pertama kehidupan. Karena itu, kondisi lingkungan tempat tinggal keluarga, terutama yang memiliki anak usia dini, menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan.
"Tadi saya melihat langsung ada tiga titik penerima manfaat, dan sebagian merupakan keluarga yang memiliki anak usia dini. Pencegahan harus dilakukan sejak 1.000 hari pertama kehidupan," katanya.
Menurut Wihaji, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi langkah strategis untuk mempercepat upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Salah satunya melalui penyediaan rumah layak huni bagi keluarga yang membutuhkan.
"Sebelum stunting terjadi, kita harus menyelesaikan faktor penyebabnya. Salah satunya melalui bantuan rumah layak huni. Alhamdulillah, PT Timah hadir sebagai orang tua asuh bersama pihak perbankan dan perusahaan lainnya," tuturnya.
Wihaji menambahkan, bantuan melalui kolaborasi dunia usaha dapat langsung dirasakan masyarakat. Skema tersebut juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah di tengah berbagai tantangan administratif dalam pembangunan rumah layak huni melalui anggaran pemerintah daerah.
"Kalau menggunakan APBD memang ada persyaratan administrasi yang harus dipenuhi. Karena itu, diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat program," ujarnya.
Keikutsertaan PT Timah dalam Program GENTING menunjukkan peran aktif perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki risiko stunting.
Melalui pembangunan rumah layak huni, PT Timah tidak hanya membantu menyediakan tempat tinggal yang lebih aman dan sehat, tetapi juga ikut menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Selain mendukung Program GENTING, PT Timah juga berkolaborasi dengan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam kegiatan peningkatan kapasitas pengasuhan di Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA).
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat pengasuhan anak dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Editor : Haryanto