Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Perceraian Mati, Adat Belitung Timur yang Masih Dipertahankan Masyarakat
Advertisement . Scroll to see content

Cegah Stunting, PT Timah Bangun Jamban Sehat untuk Keluarga Berisiko di Belitung Timur

Kamis, 24 September 2026 | 08:35 WIB
  • author Firman
Cegah Stunting, PT Timah Bangun Jamban Sehat untuk Keluarga Berisiko di Belitung Timur
Cegah Stunting, PT TIMAH Bangun Jamban Sehat untuk Keluarga Berisiko di Belitung Timur. Foto : ist

BELITUNG TIMUR, Lintasbabel.iNews.id – Upaya mencegah dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah dan berbagai pihak.

Salah satunya melalui dukungan PT TIMAH (Persero) Tbk dalam program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang dijalankan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Belitung Timur.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembangunan jamban sehat bagi dua keluarga penerima manfaat di Desa Burung Mandi. Kedua keluarga tersebut merupakan sasaran yang masuk kategori berisiko stunting dan belum memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak.

Kepala DPMDPPKB Kabupaten Belitung Timur, Melta Indah Nurhayati, mengatakan PT TIMAH merupakan salah satu mitra yang aktif mendukung pelaksanaan program Genting di daerah tersebut.

"Seperti mitra Genting lainnya, PT TIMAH aktif sebagai mitra yang mendukung program Genting, baik dalam bentuk bantuan nutrisi maupun non-nutrisi," kata Melta, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mendukung pencegahan serta penurunan stunting di Belitung Timur.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Advokasi, Penggerakan dan Informasi DPMDPPKB Kabupaten Belitung Timur, Budiman, mengatakan pembangunan jamban sehat kali ini menyasar dua keluarga di Desa Burung Mandi.

"Salah satunya merupakan keluarga yang memiliki balita dan masuk dalam kategori keluarga berisiko stunting, serta belum memiliki MCK," jelas Budiman.

Dia menjelaskan, program Genting menyasar keluarga yang memiliki risiko stunting, terutama ibu hamil, bayi di bawah dua tahun (baduta), dan ibu menyusui.

Intervensi yang diberikan tidak hanya berupa bantuan nutrisi. Program tersebut juga mencakup dukungan rumah layak huni, sanitasi seperti pembangunan jamban sehat, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Budiman menegaskan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, Pemkab Belitung Timur membuka ruang kolaborasi melalui pendekatan pentahelix dengan melibatkan perusahaan, perguruan tinggi, masyarakat, dan unsur lainnya.

Menurut dia, dukungan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dapat membantu memperluas jangkauan intervensi di tengah keterbatasan program pemerintah.

"Kalau kita hanya menunggu program pemerintah, tentu ada keterbatasan. Karena itu, semangat gotong royong melalui kolaborasi seperti ini menjadi hal yang positif dalam upaya mencegah stunting di Belitung Timur," katanya.

Dia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat sehingga semakin banyak keluarga yang membutuhkan dapat memperoleh dukungan, terutama keluarga yang memiliki ibu hamil dan baduta.

Dengan tersedianya akses sanitasi yang lebih layak, lingkungan tempat tinggal keluarga penerima manfaat diharapkan menjadi lebih sehat. Intervensi sanitasi tersebut juga diharapkan berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi dan berbagai program pendukung lainnya untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera.

Editor: Haryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut