get app
inews
Aa Text
Read Next : BI Babel Gelar BEKISAH 2026 di Pangkalpinang, Dorong Ekonomi Syariah dan UMKM

Inflasi Bangka Belitung Mei 2026 Hanya 2,46 Persen, Termasuk Enam Terendah Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 05:51 WIB
header img
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy (baju batik) saat berbincang dengan awak media di Pangkalpinang. Foto : Lintasbabel.iNews.id/ Haryanto.

PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.id - Laju inflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Mei 2026 masih terkendali. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) sebesar 2,46 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,08 persen.

Capaian tersebut menempatkan Bangka Belitung sebagai daerah dengan tingkat inflasi tahunan terendah keenam di Indonesia. Sementara secara bulanan (month to month/mtm), inflasi tercatat sebesar 0,06 persen.

Kenaikan harga pada Mei 2026 terutama dipicu sektor transportasi. Penyesuaian biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge angkutan udara domestik akibat naiknya harga avtur menjadi salah satu faktor utama pendorong inflasi.

Selain itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang diberlakukan PT Pertamina sejak 4 Mei 2026 turut memberikan tekanan terhadap harga barang dan jasa.

Dari kelompok pangan, harga cabai merah dan bawang merah juga mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah akibat meningkatnya permintaan masyarakat.

Secara tahunan, inflasi Bangka Belitung didorong oleh kenaikan harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 6,65 persen. Komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar karena harganya masih jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau juga mencatat kenaikan sebesar 5,02 persen, terutama dipengaruhi harga cumi-cumi. Sementara kelompok transportasi mengalami inflasi 2,77 persen akibat masih tingginya tarif angkutan udara.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, mengatakan berbagai upaya pengendalian inflasi terus dilakukan bersama pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

"Sepanjang tahun ini, operasi pasar murah dan gerakan pangan murah telah digelar sebanyak 60 kali untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat," kata Rommy, dalam siaran pers, Rabu (3/6/2026). 

Dia menuturkan, selain pemantauan harga secara rutin, Bank Indonesia juga melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM sektor pertanian guna mendukung ketahanan pangan daerah. 

"Edukasi kepada masyarakat terkait pola konsumsi dan belanja yang bijak juga terus dilakukan," ucapnya. 

Menurut Rommy, tantangan pengendalian inflasi masih akan dihadapi ke depan, terutama akibat ketidakpastian ekonomi global dan kondisi geopolitik dunia. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar inflasi tetap berada dalam rentang sasaran nasional.

"Inflasi yang stabil menjadi modal penting untuk menjaga daya beli masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan global," ujarnya.

Editor : Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut