get app
inews
Aa Text
Read Next : Olahan Cumi Lempah Kuning Muara, Cocok untuk Menu Makan Siang Maupun Malam

Babel Masih Alami Inflasi 0,28 Persen pada Januari 2026, Harga Ikan Jadi Pemicu

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:52 WIB
header img
Gedung Kantor Perwakilan BI Babel. (Foto : istimewa)

PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.id – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) masih mengalami inflasi pada Januari 2026. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan tercatat sebesar 0,28 persen (month to month/mtm), meski lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 0,55 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kondisi nasional yang justru mengalami deflasi sebesar 0,15 persen (mtm).

Inflasi Bangka Belitung pada Januari 2026 utamanya dipicu oleh kenaikan harga pada Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang naik 0,67 persen (mtm). Komoditas utama penyumbang inflasi bulanan adalah ikan tenggiri, ikan selar, dan cumi-cumi.

Sementara secara tahunan, Bangka Belitung mencatat inflasi sebesar 3,95 persen (year on year/yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 3,55 persen (yoy).

Inflasi tahunan ini didorong oleh kenaikan signifikan pada Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 19,20 persen (yoy), terutama akibat tarif listrik yang kembali normal tanpa diskon.

Selain itu, inflasi juga disumbang oleh Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang naik 7,43 persen (yoy) akibat kenaikan harga emas perhiasan, serta Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 4,20 persen (yoy) yang dipicu oleh harga cumi-cumi.

Namun demikian, tekanan inflasi tahunan tertahan oleh Kelompok Pendidikan yang mengalami deflasi sebesar 13,19 persen (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, menjelaskan bahwa inflasi pangan dipengaruhi kondisi cuaca ekstrem.

“Angin kencang disertai gelombang tinggi membuat nelayan memilih tidak melaut sehingga pasokan ikan dan cumi-cumi berkurang. Kondisi ini berdampak pada kenaikan harga di pasar,” ujarnya.

Meski demikian, Rommy menegaskan bahwa Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh wilayah Bangka Belitung terus berkomitmen menjaga ketersediaan stok sesuai kebutuhan masyarakat.

"Secara spasial, seluruh daerah di Bangka Belitung yang disurvei Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi. Kabupaten Bangka Barat tercatat sebagai wilayah dengan inflasi tertinggi yakni 5,36 persen (yoy), disusul Kota Pangkalpinang sebesar 3,69 persen (yoy) dan Tanjungpandan sebesar 3,29 persen (yoy)," tuturnya. 

Sementara itu, Kabupaten Belitung Timur menjadi daerah dengan inflasi terendah yakni 3,09 persen (yoy).

Rommy menambahkan, Bank Indonesia terus bersinergi dengan TPID dan mitra strategis guna menjaga inflasi tetap rendah dan stabil sesuai target nasional 2,5±1 persen demi mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dalam pengendalian inflasi, BI bersama TPID se-Bangka Belitung memperkuat strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Sepanjang 2026, BI bersama pemerintah daerah merencanakan pelaksanaan 57 kali Operasi Pasar Murah (OPM) dan 41 kali Gerakan Pangan Murah (GPM). Hingga saat ini, telah terealisasi 8 kali GPM dan 1 kali OPM.

Dari sisi pasokan, TPID juga mendorong Kerja Sama Antar Daerah (KAD) baik melalui skema Government to Government (G to G) maupun Business to Business (B to B). Pada 2026 direncanakan akan dilaksanakan sekitar empat KAD.

Sementara untuk menjaga kelancaran distribusi, TPID Belitung Timur telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan LPG 3 kilogram di wilayah Manggar, Gantung, dan Kelapa Kampit guna memastikan ketersediaan stok di tengah cuaca ekstrem.

Di sisi komunikasi, TPID akan menggelar High Level Meeting (HLM) TPID Belitung dan Belitung Timur pada pekan pertama Februari sebagai tindak lanjut rilis inflasi BPS.

Rommy menegaskan, tantangan inflasi ke depan masih ada, namun dengan Optimisme, Komitmen, dan Sinergi (OKS) bersama pemerintah daerah, inflasi di Bangka Belitung diharapkan tetap terjaga pada level rendah dan stabil sesuai sasaran nasional.

Editor : Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut