PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.id – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bangka Belitung (Babel) akan menggelar Operasi Patuh Menumbing 2026 selama 14 hari, mulai Senin (26/10/2026). Operasi ini bertujuan menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta mengurangi fatalitas korban kecelakaan.
Direktur Lalu Lintas Polda Babel Kombes Pol Oskar Syamsuddin mengatakan, Operasi Patuh Menumbing 2026 mengusung tema Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.
Menurutnya, operasi tersebut mengedepankan sinergi antara kepolisian dan masyarakat untuk membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan.
"Operasi Patuh 2026 ini bertujuan menekan angka pelanggaran, kecelakaan, dan fatalitas korban, sekaligus mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas secara berkelanjutan," kata Oskar, Minggu (25/10/2026).
Dia menjelaskan, sejumlah pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas dalam operasi kali ini.
Beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran di antaranya melawan arus, tidak menggunakan helm, serta pelanggaran lalu lintas lainnya yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
"Ada beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran kita, seperti melawan arus, tidak menggunakan helm, serta pelanggaran menonjol lainnya. Tentu nanti disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat kerawanan masing-masing wilayah," ujarnya.
Oskar menegaskan, pelaksanaan Operasi Patuh Menumbing 2026 akan mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan persuasif. Petugas akan memberikan teguran serta peringatan secara simpatik kepada masyarakat yang melakukan pelanggaran.
Dia menekankan bahwa keberhasilan operasi tidak diukur dari banyaknya penindakan atau tilang, melainkan dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas.
"Sesuai arahan Bapak Kakorlantas, Operasi Patuh bukan ajang memperbanyak tilang. Keberhasilan operasi diukur dari meningkatnya kesadaran, kepatuhan, dan keselamatan masyarakat, bukan banyaknya penindakan," katanya.
Meski demikian, penegakan hukum tetap dilakukan secara selektif, proporsional, dan profesional, terutama terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Oskar juga memastikan seluruh personel yang bertugas di lapangan akan mengutamakan pelayanan, bersikap santun, serta menghindari tindakan arogan.
"Operasi Patuh ini menjadi momentum bagi kami, jajaran Polantas khususnya di Polda Bangka Belitung, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tagline program Bapak Kapolri, yakni Polisi Bersama Masyarakat," tuturnya.
Editor : Haryanto
Artikel Terkait
