BELITUNG TIMUR, iNews.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung Timur mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kondusivitas, persatuan, keamanan, dan perdamaian pasca aksi unjuk rasa yang terjadi pada 7 Agustus lalu.
MUI menilai setiap persoalan yang muncul harus disikapi dengan kepala dingin, komunikasi yang baik, serta mengutamakan kepentingan dan kemaslahatan masyarakat.
Sekretaris Umum MUI Belitung Timur, Try Mario Sandy, mengatakan setiap peristiwa harus menjadi bahan evaluasi bersama bagi pemerintah, aparat keamanan maupun masyarakat.
“Dengan pelajaran ini tentunya kita akan introspeksi, muhasabah. Kita lihat di mana kekurangan kita masing-masing, di situlah kita harus perbaiki,” ujar Try Mario, dikutip Kamis (27/8/2026).
Dia menjelaskan, MUI Belitung Timur telah menggelar rapat internal bersama sejumlah tokoh agama setelah aksi unjuk rasa tersebut. Rapat itu membahas sikap organisasi terhadap situasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Dari pembahasan tersebut, MUI merumuskan lima poin imbauan yang telah disampaikan kepada pemerintah daerah, kepolisian, dan pihak terkait. Sikap tersebut, kata Try Mario, mengedepankan prinsip tawassuth atau mengambil posisi tengah dengan mencari jalan terbaik bagi seluruh pihak.
Salah satu poin utama adalah mengajak masyarakat di tujuh kecamatan di Belitung Timur menjaga kondusivitas, persatuan, keamanan, serta fasilitas publik.
“Fasilitas publik ini dibangun tidak bim salabim, tetapi ada prosesnya,” katanya.
Menurut Try Mario, menjaga fasilitas umum merupakan tanggung jawab bersama. Dia juga menilai semangat menjaga perdamaian dan menghormati sesama sejalan dengan nilai-nilai Islam serta karakter masyarakat Bangka Belitung yang selama ini dikenal harmonis.
“Kita ini terkenal Bangka dan Belitung, terutama Belitung, harmonisasinya luar biasa. Bukan hanya sesama muslim, dengan nonmuslim pun kita sangat harmonis,” ujarnya.
MUI Belitung Timur juga mendorong pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, wakil rakyat, serta seluruh pihak terkait mengedepankan kepentingan umat dalam menyelesaikan persoalan.
Prinsip maslahat, menurut Try Mario, harus menjadi pijakan dalam setiap kebijakan dan tindakan agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Permasalahan ini dikedepankan untuk adalah permasalahan umat. Maslahat itu adanya kebaikan. Jadi yang kita kedepankan itu adalah kebaikan untuk masyarakat, kebaikan untuk umat,” katanya.
MUI juga meminta aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, menjalankan tugas secara profesional dan proporsional. Pengendalian diri dinilai penting agar penanganan setiap situasi berlangsung terukur dan tidak memperbesar persoalan.
Selain itu, seluruh elemen masyarakat diajak memperkuat persaudaraan dan membangun budaya saling memaafkan.
“Kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, kita pupuklah semangat persaudaraan, baik itu masyarakat, aparat penegak hukum, pengambil kebijakan termasuk PT Timah dan sebagainya. Kita intinya persaudaraan ini kita perkuat, kita junjung,” tuturnya.
MUI juga mengajak masyarakat memperbanyak doa untuk keselamatan, kedamaian, dan kebaikan bersama.
Try Mario menilai berbagai peristiwa yang terjadi harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan memperbaiki kekurangan. Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekayaan alam dan lingkungan di Belitung Timur.
Menurutnya, potensi daerah tidak hanya berasal dari pertambangan timah. Berbagai kekayaan alam dan ekosistem juga menjadi bagian penting yang harus dirawat.
“Belitung Timur ini luar biasa. Di sini bukan hanya timah, pasirnya juga bermanfaat. Kemudian Tebat Rasau, ikan-ikan purbanya itu luar biasa masih ada. Hal-hal seperti ini harus kita rawat bersama,” katanya.
Dia menegaskan pemanfaatan sumber daya alam harus tetap memperhatikan keberlangsungan lingkungan. Manusia, hewan, tumbuhan, dan ekosistem lainnya harus dapat hidup secara harmonis.
“Kalau itu dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat, kebaikan umat, kemakmuran umat itu silakan. Namun kita hidup di dunia ini bukan hanya manusia, tapi ada hewan, ada tumbuh-tumbuhan, ada ekosistem,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi lingkungan yang dijaga saat ini akan menentukan apa yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Sementara itu, Dewan Pertimbangan MUI Belitung Timur, H. Sayono, menekankan pentingnya mengambil pelajaran dari setiap peristiwa. Dia mengajak pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat memperkuat introspeksi serta komunikasi.
“Bangun komunikasi yang baik di antara kita semua. Dengan kebersamaan ini kita berkeyakinan mudah-mudahan negeri kita ini selalu aman damai,” kata Sayono.
Dia berharap kebersamaan seluruh pihak dapat menjaga Belitung Timur tetap aman dan kondusif. Kondisi tersebut dinilai penting agar aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat sehari-hari dapat terus berjalan.
“Bagaimanapun masyarakat Belitung ini masih butuh dengan pertambangan ini,” tutupnya.
Editor : Haryanto
Artikel Terkait
