Ketidakpastian Global Bisa Tekan Rupiah dan Picu Inflasi, Babel Diminta Perkuat Sinergi Ekonomi

Haryanto
Kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Bangka Belitung yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Babel, Kamis (12/3/2026). Foto : Lintasbabel.iNews.id

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy mengatakan kegiatan diseminasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam menjalankan peran sebagai penasihat ekonomi bagi pemerintah daerah.

“Kegiatan ini menjadi forum untuk membahas perkembangan ekonomi Bangka Belitung secara triwulanan sekaligus mempersiapkan agenda besar di akhir tahun, yakni Babel Economic Forum,” kata Rommy.

Ia menyebut perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 2025 tercatat tumbuh sebesar 4,09 persen. Pertumbuhan tersebut didorong oleh sejumlah sektor seperti pertanian, perdagangan, perikanan, pariwisata, ekonomi syariah, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Selain itu, konsumsi rumah tangga dan akselerasi investasi juga turut memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang tetap terjaga menunjukkan ekonomi Bangka Belitung terus bergerak ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Dari sektor keuangan, sistem perbankan di Bangka Belitung juga menunjukkan kinerja yang positif. Penyaluran kredit pada Januari 2026 tumbuh 15,77 persen secara tahunan, sementara dana pihak ketiga meningkat 4,53 persen.

Rasio kredit bermasalah (NPL) juga masih terjaga di level 2,84 persen.

Editor : Haryanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network