BANGKA BARAT, Lintasbabel.iNews.id - Upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Mentok terus dilakukan oleh tim gabungan. Korban diketahui belum kembali sejak melaut pada Kamis sore, memicu kekhawatiran pihak keluarga dan rekan sesama nelayan.
Korban bernama Adnan Sahid (67) warga Kelurahan Keranggan, Kecamatan Mentok itu berangkat menggunakan perahu berwarna kuning abu-abu, dengan mesin tempel 15 PK.
Menurut keterangan warga setempat saat itu Kamis sore, korban sempat mengambil bahan bakar minyak sebanyak 20 liter kepada Joni, yang diketahui merupakan bos tempat korban bekerja.
Biasanya, korban melakukan aktivitas menjaring ikan di perairan Pedrik dan Karang Berang-berang dan kembali ke pondok nelayan sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 malam.
Seorang warga setempat bernama Maman mengatakan, keseharian korban memang dikenal sering melaut seorang diri dan jarang bermalam di laut.
"Biasanya dia pergi sore, jam 11 atau 12 malam sudah pulang. Ini dapat kabar tadi dia pergi dari sore kamis, tapi sampai sekarang belum pulang," katanya.
Bahkan Maman menyampaikan, korban saat melaut tidak membawa bekal, dan dia berharap rekannya tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat.
"Info tadi juga di Masjid Kampung Baru, dia tidak bawa bekal. Sehari-hari memang mencari ikan sendirian. Kami berharap kawan kami itu ditemukan lah secepatnya," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, telah memberangkatkan satu tim rescue dari Unit Siaga SAR (USS) Mentok menuju lokasi kejadian pada koordinat duga 2°10'4.19"S 105°21'31.59"E.
"Semalam kami menerima informasi tersebut dan langsung menerjunkan tim SAR untuk melakukan operasi pencarian terhadap korban," ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
Mikel menyampaikan bahwa operasi pencarian menghadapi tantangan cuaca yang kurang bersahabat. Hujan lebat disertai angin kencang dilaporkan menerpa wilayah perairan Kepulauan Bangka Belitung sejak kemarin.
"Pencarian hari ini akan difokuskan dengan metode penyisiran di permukaan air menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas. Semoga upaya pencarian dapat segera membuahkan hasil dan korban segera ditemukan," ucapnya.
Editor : Haryanto
Artikel Terkait
