BEM Babel Tolak Segala Bentuk Eksploitasi di Desa Batu Beriga

Jurnalis Warga
Korda BEM Babel, Ridho Azhar. Foto: Dokumen Pribadi.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa hari ini Bangka Belitung lagi menjadi sorotan karena kerusakan lingkungannya yang di nilai sangat parah kerusakannya. Sangat miris melihat kondisi Bangka Belitung hari ini, Bangka Belitung yang seharusnya bisa terkenal karena kekayaan alamnya namun malahan terkenal karena kerusakan lingkungannya.

Belum lagi beberapa hari ini yang lalu pun di kagetkan dengan beredarnya informasi di media massa bahwa adanya aktivitas pengerukan pasir di tepi pantai tanjung berikat desa batu beriga, padahal tepi Pantai Tanjung Berikat itu merupakan kawasan wisata dan berada di areal hutan lindung yang seharusnya di jaga dan dikelola dengan baik.

Tetapi realitanya di lapangan berbanding terbalik, aktivitas pengerukan pasir tersebut justru telah merusak kawasan wisata dan hutan lindung sehingga membuat hutan lindung tidak lagi pada fungsinya.dampak dari aktivitas pengerukan pasir ini tentu akan menggilangkan keanekaragaman hayatinya dan tentu berdampak terhadap perekonomian masyarakat setempat yang bergantung pada pariwisata.

Kawasan pantai yang seharusnya menjadi daya tarik wisata alam dan habitat bagi beragam spesies biota laut ini sekarang terancam oleh aktivitas pengerukan pasir yang dapat mengganggu ekosistem laut dan mengancam keberlangsungan sumber daya alam di sekitarnya. Penting untuk menjaga kawasan hutan lindung dan objek wisata seperti Tanjung Berikat.

Editor : Muri Setiawan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network