Kelebihan Energi Nuklir sebagai Energi Alternatif

Muri Setiawan/ Net Lintasbabel.iNews.id
PLTN Zaporizhzhia Ukraina. Foto: tangkapan layar.

PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.id - Kelebihan energi nuklir sebagai energi alternatif, akan menjadi pembahasan kita kali ini. Terdapat 10 jenis pembangkit listrik di Indonesia, yakni tenaga air, tenaga uap, tenaga gas, tenaga gas uap, tenaga panas bumu, tenaga diesel, tenaga mesin gas, tenaga mikro hidro, tenaga surya, dan tenaga lainnya. 

Data dari BPS, kapasitas terpasang PLN ke-10 pembangkit listrik itu, hingga 2021 mencapai 66.514 (MW), meningkat dibandingkan tahun 2020 yang terpasang sebanyak 65.236 Megawatt (MW).

Sementara, laporan dari Neraca Arus Energi Indonesia yang dipublikasikan oleh BPS menunjukkan bahwa penggunaan energi domestik neto di Indonesia sebesar 9.163 PJ. Sedangkan, dari sisi penyediaan, Indonesia dapat mengekstraksi energi hingga 21.207 PJ dari input alam pada 2020, baik yang berasal dari energi fosil maupun dari energi terbarukan. 

Artinya, total energi yang dapat disediakan oleh alam jauh melebihi total energi yang dibutuhkan untuk keperluan domestik. 

Hingga tahun 2020, sekitar 89 persen konsumsi akhir energi di Indonesia masih tergantung pada sumber daya energi fosil. Bauran energi terbarukan di dalam konsumsi akhir energi Indonesia pada tahun 2020 hanya sebesar 10,71 persen, dimana energi yang berasal dari biomassa memiliki porsi paling besar. Sementara itu, energi terbarukan yang bersumber dari pemanfaatan panas bumi, air, bayu, dan surya, hanya sebesar 2,43 persen.

Editor : Muri Setiawan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network