Hingga Pertengahan Tahun 2022, Kasus DBD di Bangka Barat Mencapai 295

Rizki Ramadhani
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Babar, M. Putra Kusuma. (Foto: lintasbabel.id / Rizki Ramadhani)

Dengan cara menutup rapat tempat penampungan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

"Sudah memasuki musim penghujan, maka akan rawan penyakit DBD. Kami juga selalu mengedukasi masyarakat untuk hidup bersih baik di dalam dan di lingkungan rumah mereka, " ucapnya. 

Menurutnya, pemberantasan jentik nyamuk ini dimulai dari keluarga dan dilanjutkan tingkat RT/RW dan desa/kelurahan setempat, yang dilakukan secara berkala dan serentak minimal lima hari sekali dan secara berkelanjutan menjadi poin penting pengendalian DBD.

"Kami imbau untuk melakukan menerapkan 3M plus (Mengurus, Menutupi dan Menguburkan) barang yang berpotensi menampung air, secara rutin. Karena hanya dengan cara ini lah yang paling efektif. Tidak ada cara yang efektif lainnya, " tuturnya. 

Mengenai hal tersebut, Putra mengatakan pihaknya juga berupaya semaksimal mungkin melakukan untuk pengendalian kasus DBD ini.

"Perlu effort yang besar, serentak dan masif oleh semua lapisan masyarakat bergerak bersama. Mari sama-sama memberantas DBD mulai dari rumah kita, " ungkapnya. 

 

Editor : Muri Setiawan

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network