UMKM Babel Unjuk Gigi di ISEF 2026, Dorong Produk Halal Lokal Tembus Pasar Global
Rommy mengatakan, tidak hanya memperkenalkan produk UMKM, Babel juga mempromosikan program Wakaf Produktif Hijau melalui Wakaf Waste Box (WWB). Program ini merupakan hasil sinergi Kantor Perwakilan BI Babel dengan WakafMU Babel dan dapat diakses secara digital melalui booth Wakafein.
"Inisiatif tersebut menggabungkan penguatan aplikasi sosial syariah dengan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui pendekatan ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal pemanfaatan wakaf produktif yang tidak hanya memiliki nilai sosial dan ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan," ucapnya.
Rommy menilai pengembangan inovasi sosial berbasis syariah menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat ekonomi syariah bagi masyarakat.
“Ekonomi dan keuangan syariah memiliki ruang pengembangan yang luas, termasuk melalui wakaf produktif. Dengan dukungan digitalisasi dan kolaborasi berbagai pihak, instrumen sosial syariah dapat dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Upaya pengembangan ekosistem ekonomi syariah Babel juga dilakukan melalui penguatan jaringan bisnis pesantren. BI Babel mengirimkan perwakilan Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pondok Pesantren (HEBITREN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengikuti Forum Bisnis Pesantren.
Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan Silaturahmi Pesantren pada 13 Oktober 2026 sebagai bagian dari kegiatan prapelaksanaan atau pre-event ISEF 2026.
Editor: Haryanto