UMKM Babel Unjuk Gigi di ISEF 2026, Dorong Produk Halal Lokal Tembus Pasar Global
Keterlibatan HEBITREN diharapkan dapat memperluas jejaring usaha pesantren, membuka peluang kolaborasi antarpelaku bisnis, serta mendorong pengembangan unit usaha pesantren agar semakin produktif dan berdaya saing.
Pembukaan ISEF 2026 dihadiri sejumlah pejabat nasional, di antaranya Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dradjad Wibowo.
Sejumlah pejabat lembaga negara dan otoritas juga hadir, termasuk perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat RI, Lembaga Penjamin Simpanan, Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pusat Statistik, Badan Wakaf Indonesia, serta Badan Pengelola Keuangan Haji.
Pembukaan ISEF dilanjutkan dengan IN2MOTIONFEST (Indonesia International Modest Fashion Festival) yang berkolaborasi dengan Jakarta Modest Fashion Week (JMFW). Kegiatan ini turut memperkuat promosi industri fesyen muslim sebagai salah satu bagian dari rantai nilai industri halal.
Rommy menyampaikan, dalam ISEF ke-13 ini Bank Indonesia juga meluncurkan tiga inisiatif untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, yakni Islamic Financial Market Conduct sebagai pedoman perilaku transaksi pasar keuangan syariah, Indeks Implementasi Zakat Principle, serta International Sharia Scholarship bagi mahasiswa asing yang ingin mempelajari praktik-praktik syariah di Indonesia.
Dari sisi pariwisata halal, ISEF 2026 juga menjadi sarana promosi yang menghubungkan potensi destinasi dengan pelaku usaha dan berbagai sektor pendukungnya. Pengembangan pariwisata halal diharapkan tidak hanya menghasilkan transaksi dan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat integrasi antarpelaku usaha.
Editor: Haryanto