Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Perceraian Mati, Adat Belitung Timur yang Masih Dipertahankan Masyarakat
Advertisement . Scroll to see content

Kades Jangkar Asam Ajak Warga Jaga Kondusivitas Belitung Timur: Ekonomi Harus Tetap Tumbuh

Rabu, 02 September 2026 | 15:27 WIB
  • author Firman
Kades Jangkar Asam Ajak Warga Jaga Kondusivitas Belitung Timur: Ekonomi Harus Tetap Tumbuh
Kepala Desa Jangkar Asam, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Fahrizal. Foto : ist

BELITUNG TIMUR, Lintasbabel.iNews.id – Kepala Desa Jangkar Asam, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Fahrizal, mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas daerah. Menurutnya, situasi yang aman menjadi salah satu kunci agar aktivitas masyarakat dan roda perekonomian tetap berjalan.

Imbauan tersebut disampaikan Fahrizal menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di Belitung Timur, termasuk isu komoditas timah yang selama ini memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan ekonomi masyarakat.

“Saya mengimbau kawan-kawan, saudara-saudara, baik di Desa Jangkar Asam maupun di Kecamatan Gantung, terkait keamanan dan kondusivitas di daerah kita masing-masing,” kata Fahrizal, dikutip Rabu (2/9/2026). 

Dia berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengedepankan komunikasi dan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Pemerintah, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga kelompok masyarakat yang terdampak kebijakan diharapkan dapat duduk bersama mencari solusi terbaik.

Fahrizal juga mengajak masyarakat memberikan kepercayaan kepada pemerintah dan pihak terkait dalam menangani persoalan daerah, sembari tetap membuka ruang komunikasi yang sehat.

“Kita sama-sama percaya dengan apa yang telah dilakukan Forkopimda dan elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, agar perekonomian masyarakat Belitung Timur ke depan jauh lebih baik lagi,” ujarnya.

Menurut Fahrizal, aksi unjuk rasa yang terjadi sebelumnya hendaknya menjadi bahan evaluasi bersama. Setiap persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat, kata dia, sebaiknya dibahas melalui musyawarah agar tidak berkembang menjadi konflik yang dapat merugikan banyak pihak.

Fahrizal secara khusus berharap PT TIMAH dapat memperkuat komunikasi dengan masyarakat sebelum mengambil maupun menjalankan kebijakan yang bersinggungan langsung dengan kehidupan ekonomi warga.

“Harapan kita ke depan, dari pihak PT TIMAH lebih fokus kepada masyarakat untuk berdialog. Sebelum ada kejadian seperti sebelumnya, lebih baik kita berdialog dengan mengundang tokoh agama, tokoh adat, tokoh kampung, para penambang dan elemen masyarakat lainnya,” katanya.

Dia menilai dialog yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dapat menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mencari jalan keluar yang bisa diterima bersama.

Menurutnya, menjaga kondusivitas bukan semata-mata persoalan keamanan. Kondisi daerah yang aman dan nyaman juga berkaitan erat dengan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebaliknya, gejolak yang berlangsung berkepanjangan dinilai berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan berdampak terhadap perekonomian lokal.

“Kita berharap perekonomian Belitung Timur ini bisa jauh lebih baik lagi. Apapun persoalannya, lebih baik kita selesaikan dengan berdialog,” tegasnya.

Fahrizal mengingatkan bahwa masyarakat Belitung Timur selama ini dikenal hidup damai dan mengedepankan kebersamaan. Karena itu, kekompakan tersebut perlu terus dipertahankan ketika daerah menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kepentingan ekonomi.

“Masyarakat Belitung Timur sebelumnya sangat damai dan adem. Dengan adanya kejadian kemarin, kita menunjukkan bahwa masyarakat Belitung Timur tetap kompak, terutama ketika menyangkut persoalan ekonomi,” ujarnya.

Dia berharap semangat kebersamaan menjadi modal penting bagi seluruh pihak untuk membangun Belitung Timur secara bersama-sama.

Pemerintah, perusahaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku usaha, penambang dan seluruh elemen masyarakat dinilai perlu membuka ruang dialog secara berkelanjutan untuk membahas berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan warga.

“Sekali lagi, semoga ke depan apa pun persoalannya lebih baik kita berdialog. Berdialog terkait pembahasan apa pun yang menyangkut perekonomian masyarakat Belitung Timur,” pungkas Fahrizal.

Fahrizal menegaskan, keamanan dan kondusivitas daerah pada akhirnya tidak hanya memberikan rasa nyaman bagi masyarakat, tetapi juga memastikan roda perekonomian tetap bergerak. Dengan komunikasi terbuka dan mengedepankan kepentingan bersama, dia berharap Belitung Timur dapat tumbuh menuju kondisi ekonomi yang lebih baik dan berkelanjutan.

Editor: Haryanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut