Bikin Resah, Pemprov Babel Berencana Buang 300 Tenaga PHL, Akan Ada Aksi Massa?

Hal serupa disampaikan Dian (bukan nama sebenarnya), tenaga PHL lain yang tidak ingin disebutkan namanya. Menurut Dian, proses rekruitmen PHL.diatas tahun 2021 justru lebih transparan dan berdasarkan standar kompetensi dan kebutuhan pemprov sendiri, sehingga sangat naif jika kemudian dimaknai sebagai pemborosan uang negara.
"Ini bentuk lepas tangan pemprov tanpa ada sosialisasi dan tanpa bentuk pertanggung jawaban, padahal kami di rekrut dengan jalur yang benar dan dengan kebutuhan pemprov itu sendiri," kata Dian.
"Kata pemborosan adalah bentuk lepas tangan pemprov kalau memang pemborosan kenapa ada tenaga honorer? Ini bentuk ke dzaliman apalagi ada isu tenaga honorer yang langsung dirumahkan tanpa ada pemberitahuan. Banyak tenaga honorer yang sudah membantu pemprov, tapi dibalas dengan dirumahkan tanpa ada solusi. Jangan salahkan jika ada aksi massa karena di sebagian dinas massa tenaga honorer sudah resah," kata Dian kesal.
Editor : Muri Setiawan