Kenalkan Potensi Ikan Lokal, HIMAKUATIK UBB Datangkan 2 Doktor Muda Ahli Biodiversitas

BANGKA, Lintasbabel.iNews.id - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), sejak lama merupakan dataran sundaland yang menyimpan banyak sekali potensi-potensi dari mulai tanaman lokal, hingga ikan-ikan lokalnya.
Hal itu diungkapkan oleh Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB), Prof. Dr. Ibrahim, S.Fil, M.Si ketika membuka kegiatan Seminar Festival Akuakultur (FESTKUA), di Balai Besar Peradaban UBB, Rabu (15/8/2023).
"Ikan-ikan lokal ini kalo di Babel, sudah mulai kita inisiasi sejak tahun 2007, namun karena waktu itu tenaga kerja dosen banyak sekali studi lanjut, sehingga Alhamdulillah kesempatan di tahun-tahun ini semoga ini menjadi penggerak kembali untuk kita mampu menembus potensi ikan lokal kita. Tentunya ini merupakan potensi masa depan yang tidak bisa dipandang sebelah mata, dimana ikan lokal ini dengan harga jual yang lumayan harus diperhatikan konservasi, keberlanjutan, dan keterjagaannya di alam," kata Ibrahim.
Seminar FESTKUA sendiri dibuka langsung dengan pemukulan gong secara simbolik oleh Prof. Dr. Ibrahim, S.Fil, M.Si yang didampingi oleh Mustobi Prananda selaku Ketua HIMAKUATIK UBB, Dr. Ardiansyah Kurniawan, S.Pi.,M.P pembina HIMAKUATIK UBB, Nugroho Budi Susilo S.T Kepala K3LH PT. Timah, Swarlanda Pembina Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung dan kedua narasumber Dr. Veryl Hasan, S.Pi., M.P, dan Dr. Josie South.
Seminar Festival Akuakultur menjadi salah satu rangkaian dari Festival Akuakultur yang merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Kultur Akuatik (HIMAKUATIK). Dimana tahun ini, selain seminar kegiatan lainnya yaitu ada kontes ikan koki, koi, pameran ikan lokal, pameran aquascape, lomba infografis, lomba mini vlog, lomba mewarnai,pameran karya mahasiswa dan stand bazar, ucap Mustobi Prananda dalam sambutannya.
"Terima kasih kepada panitia yang sudah bekerja keras, sudah mampu mendatangkan pembicara-pembicara hebat dalam seminar ini, tentunya ini adalah kesempatan langka yang kita harus kesini membawa gelas kosong artinya siap di isi oleh ilmu beliau-beliau ini,” ucap Ibrahim.
Editor : Muri Setiawan