Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Menggali Sejarah Kebudayaan Etnis Tionghoa dan Peran Vihara Dharma Jaya di Glodok
Advertisement . Scroll to see content

Puncak Ceng Beng di Babel, Warga Tionghoa Antusias ke Makam Leluhur

Rabu, 05 April 2023 | 17:03 WIB
  • author Irwan Setiawan
Puncak Ceng Beng di Babel, Warga Tionghoa Antusias ke Makam Leluhur
Ceng Beng di Pemakaman Sentosa Kota Pangkalpinang. Foto: Lintasbabel.iNews.id/ Haryanto.

"Cheng Beng itu biasanya dilaksanakan, pada tanggal 4 ataupun tanggal 5 dalam kalender masehi, kalau tanggal 4 April itu biasanya pelaksanaan pada tahun kabisat, sedangkan 5 April itu adalah tahun biasa. Cheng itu sendiri artinya bersih, jadi seminggu atau dua minggu sebelum hari H tanggal 4 ataupun tanggal 5 keluarga sudah mulai melakukan pembersihan terhadap makam," kata Ahmad Elvian, Sejarawan Bangka Belitung. 

Lebih lanjut ia menuturkan sedangkan Beng-nya artinya terang yaitu menjelang terbitnya matahari, sampai siang mereka akan melakukan ritual, penghormatan terhadap leluhur. 

Puncak Ceng Beng jatuh pada setiap 5 April, akan tetapi masyarakat  keturunan Tionghoa sudah menyambut, sekitar dua pekan sebelumnya. 

Di Pangkalpinang, warga Tionghoa keturunan biasanya ramai menggelar ritual ini di pemakaman Sentosa yang memiliki area pemakaman 19 hektar dengan lebih dari 3 ribu makam.

 

Editor: Muri Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut