JAKARTA, LintasBabel.iNews.id — Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan lonjakan kinerja PT Timah Tbk setelah pemerintah melakukan penertiban terhadap aktivitas pertambangan ilegal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo menyebut pemerintah telah menutup sekitar 1.000 titik tambang ilegal di Bangka Belitung pada akhir 2025.
Menurut Prabowo, langkah tersebut turut berdampak terhadap peningkatan keuntungan PT Timah. Hingga enam bulan pertama 2026, perusahaan tambang timah milik negara itu disebut mencatat keuntungan sebesar Rp2,7 triliun.
“Bayangkan dalam 6 bulan tahun 2026 ini, PT Timah telah mencapai keuntungan Rp2,7 triliun, sembilan kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Saudara-saudara, artinya naik 900 persen,” kata Prabowo.
Editor : Muri Setiawan
Artikel Terkait
