Audensi dengan Nelayan Air Nyatoh, Markus Tegaskan akan Tertibkan Tambang DAS Kampak
BANGKA BARAT, Lintasbabel.iNews.id -- Bupati Bangka Barat, Markus, menegaskan pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan mengambil langkah tegas terhadap aktivitas pertambangan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampak yang dikeluhkan mengganggu mata pencaharian nelayan Desa Air Nyatoh.
Hal tersebut disampaikan dalam audiensi bersama nelayan Desa Air Nyatoh dan unsur Forkopimda untuk menindaklanjuti aspirasi serta keluhan masyarakat terkait aktivitas tambang yang dinilai berdampak terhadap aktivitas dan penghidupan nelayan setempat.
Dalam audiensi tersebut, pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda sepakat mendorong langkah penertiban melalui koordinasi lintas instansi guna mencegah persoalan berkembang menjadi konflik sosial di tengah masyarakat.
Markus menyampaikan, pemerintah tidak akan mengabaikan aspirasi nelayan dan akan mengupayakan penyelesaian persoalan sesuai dengan kewenangan serta ketentuan yang berlaku.
"Pemerintah daerah bersama Forkopimda akan mengambil langkah tegas dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat nelayan," ucapnya, Kamis (29/10/2026).
"Kita ingin persoalan ini diselesaikan dengan baik dan tidak sampai menimbulkan konflik di tengah masyarakat," tambah Markus.
Markus menjelaskan, penanganan aktivitas pertambangan di DAS Kampak akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Langkah ini diperlukan karena kewenangan perizinan pertambangan berada pada tingkat pemerintah provinsi.
Koordinasi penertiban juga akan melibatkan unsur TNI, Kepolisian, Polisi Perairan dan Udara (Polairud), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.
Editor: Haryanto