Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Donor Darah di Belinyu Himpun 138 Kantong, Warga Harap Digelar Rutin
Advertisement . Scroll to see content

Jaga Laut Babel, PT Timah Tenggelamkan 9.600 Terumbu Buatan dan Ratusan Atraktor Cumi

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:45 WIB
  • author Firman
Jaga Laut Babel, PT Timah Tenggelamkan 9.600 Terumbu Buatan dan Ratusan Atraktor Cumi
PT TIMAH Gencarkan Pelestarian Laut Babel, dari Terumbu Buatan hingga Restocking Cumi-cumi. Foto : ist

PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.id – PT Timah terus memperkuat upaya pelestarian ekosistem laut di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Melalui berbagai program rehabilitasi lingkungan dan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), perusahaan berupaya memulihkan habitat biota laut sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan yang menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir.

Berbagai program dijalankan, mulai dari penenggelaman terumbu buatan atau artificial reef, pembangunan fish shelter, transplantasi karang, hingga pemasangan atraktor dan restocking cumi-cumi.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen PT TIMAH dalam mendukung pemulihan ekosistem laut sekaligus menjaga potensi perikanan agar tetap memberikan manfaat bagi nelayan.

Dalam kurun waktu 2016–2024, PT TIMAH telah menenggelamkan sebanyak 7.680 unit artificial reef. Program tersebut berlanjut pada 2025 dengan penenggelaman 1.920 unit terumbu buatan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Selain itu, sepanjang periode 2016–2024, perusahaan juga telah menenggelamkan 3.105 unit fish shelter dan melaksanakan 1.475 unit transplantasi karang.

Berbagai upaya tersebut bertujuan mendukung pemulihan habitat, meningkatkan keanekaragaman hayati, serta menyediakan ruang hidup bagi berbagai jenis biota laut.

Artificial reef dirancang menyerupai struktur karang alami dan ditempatkan di dasar laut untuk menjadi habitat bagi organisme laut. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, komunitas nelayan, dan akademisi.

Tak hanya memulihkan habitat laut secara umum, PT TIMAH juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan populasi cumi-cumi yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Bersama Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Bangka, PT TIMAH menenggelamkan 81 unit atraktor cumi di perairan Pantai Tambak Udang, Kabupaten Bangka, pada 6 Oktober 2026.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan nelayan setempat. Atraktor cumi diharapkan dapat menjadi tempat berlindung sekaligus media pemijahan, sehingga mendukung keberlanjutan populasi cumi-cumi di perairan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Boy Yandra, mengapresiasi kolaborasi PT TIMAH dan HNSI dalam mendukung pemulihan habitat cumi-cumi.

Menurutnya, pemasangan atraktor cumi di Pantai Tambak Udang telah melalui kajian ilmiah bersama Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk mendukung keberlanjutan program.

"Kami mengapresiasi kerja sama HNSI Bangka dan PT TIMAH, karena ini salah satu upaya daripada HNSI bagaimana nanti bisa memberikan kehidupan yang baik kepada habitat cumi dengan adanya pemasangan atraktor cumi ya," ujar Boy Yandra.

Upaya serupa juga dilakukan di Kabupaten Belitung. Melalui program TJSL, PT TIMAH menenggelamkan 30 unit atraktor cumi di perairan Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, untuk mendukung Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bekayo di Desa Sungai Padang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Ade Winarko, mengapresiasi dukungan PT TIMAH dalam menjaga kelestarian sumber daya kelautan.

Dia menjelaskan, atraktor cumi berfungsi sebagai media pemijahan sekaligus tempat menempelkan telur cumi-cumi. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menjaga populasi cumi-cumi di perairan setempat.

"Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas sinergi dan kepedulian PT TIMAH dalam menjaga kelestarian sumber daya kelautan dengan menenggelamkan atraktor cumi di perairan Sungai Padang," kata Ade Winarko, dikutip dari Antara.

Cumi-cumi menjadi salah satu komoditas perikanan unggulan yang memiliki nilai ekonomi penting bagi masyarakat pesisir Belitung.

Data Dinas Perikanan Kabupaten Belitung mencatat produksi tangkapan cumi-cumi pada 2025 mencapai 3.314 ton. Besarnya potensi tersebut membuat upaya menjaga keberlanjutan populasi cumi-cumi menjadi penting agar sumber daya perikanan tetap terpelihara dan memberikan manfaat bagi nelayan.

Selain menyediakan habitat, PT TIMAH juga menjalankan program restocking cumi-cumi sebagai bagian dari rehabilitasi biologi ekosistem laut.

Pada 15 Juni 2026, PT TIMAH melalui Division Area Bangka Utara berkolaborasi dengan Yayasan Sayang Babel Kite dan nelayan melaksanakan restocking cumi-cumi di perairan Pantai Tuing, Desa Mapur, Kabupaten Bangka. Dalam kegiatan tersebut, perusahaan juga menenggelamkan 10 unit atraktor cumi.

Ketua Yayasan Sayang Babel Kite, Indra Ambalika, menjelaskan bahwa restocking dilakukan untuk meningkatkan peluang hidup cumi-cumi sejak fase awal kehidupannya sebelum dilepaskan kembali ke habitat alami.

Menurutnya, proses penetasan dalam wadah terkontrol diharapkan dapat mengurangi risiko telur dan anakan cumi-cumi dimangsa predator sebelum dilepaskan ke laut.

"Restocking dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan hidup cumi-cumi yang ditetaskan. Di alam, telur maupun anakan cumi memiliki risiko tinggi dimangsa predator seperti ikan. Melalui proses penetasan di wadah terkontrol, peluang hidupnya menjadi lebih besar sebelum dilepas kembali ke laut," kata Indra.

Dia menambahkan, cumi-cumi merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu hasil tangkapan utama nelayan di Pulau Bangka.

Karena itu, upaya menjaga keberlanjutan populasinya dinilai penting untuk mempertahankan potensi perikanan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.

Melalui program rehabilitasi ekosistem, penyediaan habitat, dan restocking biota laut, PT TIMAH terus mendorong upaya pelestarian lingkungan pesisir di wilayah operasional perusahaan.

Sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan nelayan diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan, sehingga kelestarian ekosistem laut tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat pesisir.

Editor: Haryanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut