get app
inews
Aa Text
Read Next : Donor Darah di Belinyu Himpun 138 Kantong, Warga Harap Digelar Rutin

PT Timah Tanam 500 Pohon di Sempadan Sungai Romodong, Dorong Pemulihan Lahan Kritis Belinyu

Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:56 WIB
header img
PT Timah Tbk menanam 500 bibit pohon di kawasan sempadan Sungai Romodong, Kelurahan Romodong, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Foto : ist

BANGKA, Lintasbabel.iNews.id PT Timah Tbk menanam 500 bibit pohon di kawasan sempadan Sungai Romodong, Kelurahan Romodong, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan sekaligus mendukung pemulihan lahan kritis di wilayah tersebut.

Bibit yang ditanam terdiri dari pohon beringin, aren, nyatoh, dan belangiran. Penanaman dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, BPDAS Baturusa Cerucuk, Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Romodong Bersatu, TNI-Polri hingga masyarakat setempat.

Kawasan sempadan Sungai Romodong dipilih karena memiliki fungsi penting sebagai daerah penyangga antara daratan dan perairan serta berperan menjaga keseimbangan ekosistem.

Kepala Seksi Perencanaan dan Evaluasi DAS BPDAS Baturusa Cerucuk, Ucok Toni Edward, mengatakan kawasan tersebut masuk dalam Rencana Umum Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) karena rentan terhadap erosi, sedimentasi, dan kerusakan lingkungan.

"Langkah yang dilakukan PT Timah ini merupakan awal yang baik untuk konservasi sempadan sungai. Kawasan ini berfungsi mengendalikan banjir, mencegah erosi, menjaga ketersediaan air, serta melindungi keanekaragaman hayati," ujarnya.

Menurut Ucok, keberhasilan rehabilitasi tidak hanya bergantung pada jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga pada perawatan yang berkelanjutan. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat.

Ia menambahkan, tanaman seperti aren juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan.

Sementara itu, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Fifin Maliana, menyebut kegiatan penghijauan tersebut menjadi langkah strategis dalam mengurangi luas lahan kritis di Kecamatan Belinyu.

"Berdasarkan data terbaru, luas lahan kritis di Kecamatan Belinyu mencapai sekitar 11.000 hektare atau 21,5 persen dari total wilayah kecamatan. Pemulihan memang tidak bisa dilakukan secara instan, namun kegiatan seperti ini menjadi langkah penting untuk menguranginya secara bertahap," katanya.

Selain memperbaiki tutupan lahan, penanaman pohon di sempadan sungai juga diharapkan mampu memulihkan habitat alami berbagai biota perairan dan meningkatkan kualitas lingkungan.

Ketua Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Romodong Bersatu, Abu Bakri, mengatakan masyarakat siap mendukung dan merawat tanaman yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

"Kalau lahan kosong terus dibiarkan, lama-kelamaan akan rusak. Karena itu penanaman pohon menjadi langkah penting untuk masa depan lingkungan dan harus diikuti dengan perawatan yang baik," ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan Lurah Romodong, Meirfransyah. Ia berharap program rehabilitasi lahan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak kawasan yang membutuhkan pemulihan lingkungan.

"Kami mendukung penuh kegiatan ini karena manfaatnya sangat besar bagi lingkungan maupun masyarakat," katanya.

Editor : Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut