Sebulan Beroperasi, Puskesmas Senilai Rp8,4 Miliar di Jebus Sudah Rusak
BANGKA BARAT, Lintasbabel.iNews.id -- Bangunan Puskemas Jebus di Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang 4 bulan baru selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan pada sejumlah infrastruktur.
Dari informasi yang didapatkan, bangunan senilai Rp8.476.272.000 yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu mengalami masalah, seperti keran air yang tidak berfungsi, lalu jendela dan pintunya jebol, padahal baru sebulan pemakaian.
Selain itu, pada Selasa (21/4/2026) lalu, bagian plafon Puskesmas ambruk dan sempat membuat tenaga kesehatan kewalahan membersihkan air supaya pelayanan tetap berjalan.
Kondisi Puskesmas tersebut menjadi perhatian langsung Wakil Ketua II DPRD Bangka Barat, Samsir yang meninjau langsung ke lapangan dan ia menilai keadaan di sana sangat memprihatikan.
Samsir mengatakan, talang air yang dipasang tidak standar sehingga pada saat debit air tinggi PVC plafon tidak mampu menahannya dan ambruk.
"Solusinya, bukan hanya ganti holo (yang rusak) dan PVC plafon saja. Tapi harus membongkar dan mengganti talang airnya," kata Samsir, Kamis (23/4/2026).

Bagian plafon Puskemas Jebus yang mengalami kerusakan dan banjir. (Foto : ist).
Di sisi lain, Samsir juga menyoroti permasalahan kebanjiran yang ternyata sumbernya malahan berasal dari dalam Puskemas Jebus.
Kebanjiran ini terjadi karena seluruh air hujan yang jatuh ke atap mengalir ke satu tempat berbentuk segi empat yang berada di dalam Puskesmas.
"Seluruh air dari atap tumpah ke satu tempat di dalam Puskesmas. Mungkin mereka mau membangun taman di dalam Puskemas," ucapnya.
Parahnya, tampat berbentuk segi empat yang bakal dijadikan taman tersebut, hanya mempunyai satu saluran pembuangan air dengan pipa kecil ukuran 4 inch.
Samsir menilai, pembuatan taman di dalam Puskemas ini tidak mengedepankan dampak dan perencanaan yang matang.
Maka itu, ia meminta dinas segera menurunkan tim melakukan perbaikan tersebut. Harus ada solusinya, kalau tidak Puskesmas akan jadi kubangan air.
"Kalau tidak diperbaiki, puskesmas akan banjir terus setiap hujan turun," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bangka Barat, Rangkuti memberikan tanggapan terkait peristiwa plafon ambruk dan kebanjiran di Puskesmas Jebus.
Ketika diwawancara oleh awak media, Rangkuti tampak santai menjawab permasalahan fasilitas kesehatan yang sempat menjadi keluhan tenaga kesehatan.
Bagi Rangkuti, ini cuma peristiwa sejumlah plafon yang terjatuh karena debit air saja. Ia akan mendatangi Puskesmas Jebus, guna meninjau keadaan.
"Cuma empat plafon saja itu yang jatuh karena air. Kan ringan kalau PVC, sangat ringan, tapi aman aja, aman, karena tanggung jawab mereka (CV)," ucapnya.
Rangkuti merasa peristiwa plafon ambruk dan kebanjiran di Puskesmas Jebus ini hal yang aman-aman saja. Sebab, menurutnya sampai dengan Juni 2026, konstruksi ini masih tanggung jawab penyedia jasa.
Editor : Haryanto