Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Seruni Art Festival III Meriahkan Museum Timah Indonesia Mentok, Jadi Ruang Kreativitas dan UMKM
Advertisement . Scroll to see content

Konflik Manusia dan Buaya Disebabkan Habitat yang Rusak

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:41 WIB
  • author Oma Kisma
Konflik Manusia dan Buaya Disebabkan Habitat yang Rusak
Konflik manusia dengan buaya dipicu karena rusaknya habitat teritorial sang hewan. Foto: Ilustrasi/ ist.

Sementara, untuk di Kabupaten Bangka Barat, buaya terbilang masih belum terlalu agresif. Namun sudah terjadi penyimpangan kebiasaan, lantaran reptil air tawar itu, sudah sering turun ke laut.

"Kalau di Bangka barat paling banyak masuk ke wilayah nelayan ke laut, kalau dulu buaya tidak pernah ke laut, tapi sekarang meraka ke laut karena habitat sudah benar-benar rusak," ujar Endi. 

Endi menilai, kerusakan habitat satwa tersebut disebabkan, maraknya aktivitas tambang timah ilegal yang berdampak para hewan itu harus mencari tempat baru.

"Penyebab utama konflik tinggi di Bangka Belitung, karena aktivitas tambang ilegal yang merusak semua habitat, jadi ketika habitat dirusak, mereka akan lari ke tempat baru, dan itu akan menjadi konflik dengan manusia yang ada di situ," ucapnya. 

Editor: Muri Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut