Kasus HIV/AIDS di Pangkalpinang Memprihatinkan, Ada Pelajar Terjangkit Akibat Hubungan Sesama Jenis
PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.id - Kasus HIV/AIDS di Kota Pangkalpinang sangat memprihatinkan.
Selama dua tahun terakhir ini cenderung meningkat dan penderitanya juga dialami sejumlah pelajar SMP dan SMA.
Pada 2024 sebanyak 121 orang terjangkit HIV/AIDS, naik 133 orang pada 2025.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang Widya Eva Sari mengatakan penderitanya tidak sebatas pekerja seks komersial (PSK), namun dialami kalangan remaja dan pelajar.
"Setelah kita lakukan skrining di sekolah-sekolah, ternyata kondisinya membuat kita prihatin. Bahkan ada pelajar laki-laki, usia SMP yang terjangkit HIV," ungkap Widya, Senin (12/1/2026).
Penyebabnya, lanjut Widya, hubungan sesama jenis dengan pria dewasa.
Hubungan Lelaki Seks Lelaki (LSL) ini, menurut Widya, jauh lebih berisiko karena bisa jadi ada perlukaan akibat aktivitas berlebih.
"Inilah yang perlu sama-sama kita perhatikan secara serius, pihak keluarga, sekolah, karena lingkungan di luar sangat mempengaruhi pola pergaulan anak-anak remaja ini," jelasnya.
Usia produktif
Widya melanjutkan, kasus HIV/AIDS terus meningkat, terutama pada kalangan remaja dan pelajar dengan rentang usia produktif, mulai 17 hingga 24 tahun dan 25 - 40 tahun.
"Dua golongan itu yang paling tinggi angka terjadinya HIV," lanjutnya.
Widya menjelaskan penyebab meningkatnya kasus HIV/AIDS ini adalah hubungan seksual dan didominasi oleh salah satu kelompok berisiko yaitu Lelaki Seks Lelaki (LSL).
Dia menyebutkan, kalangan remaja rentan terpengaruh lewat media sosial yang berisi konten belum tentu benar.
Selain itu, para remaja mudah mendapatkan situs berbau pornografi.
"Para remaja ini mudah terpengaruh informasi dari gadget yang belum tentu benar, juga situs-situs pornografi itu mudah didapatkan secara online," jelasnya.
Widya menyampaikan, kendala yang dialami saat melakukan upaya pencegahan HIV/AIDS kepada kalangan remaja atau pelajar.
"Sebenarnya penyampaian edukasi tentang HIV/AIDS ini tidak cukup sekali dua kali dan harus rutin, dan juga harus ada pendampingan secara maksimal. Namun dari Dinas Kesehatan sendiri baru bisa melakukan dua kali dalam setahun atau pada awal tahun ajaran baru," ungkap Widya.
Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar upaya penyampaian informasi dan edukasi HIV berjalan dengan baik dan bisa dilaksanakan dengan rutin.
"Kami akan coba berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, agar sekolah-sekolah menyediakan waktu bagi Dinas Kesehatan atau Puskesmas untuk memberikan edukasi, mungkin kami akan terbantu," harap Widya.
Editor : Alza Munzi Hipni