get app
inews
Aa Text
Read Next : Ngeri, Diduga Mobil MBG Seruduk Puluhan Siswa yang Sedang Berbaris di Halaman Sekolah

BGN Ungkap Penyebab Belum Beroperasinya Dapur SPPG di Mentok

Senin, 05 Januari 2026 | 20:27 WIB
header img
Bagian dapur SPPG calon mitra penyaluran MBG di Kecamatan Mentok. Foto : ist

BANGKA BARAT, Lintasbabel.iNews.id - Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Fitria mengungkapkan penyebab dapur SPPG calon mitra di Kecamatan Mentok, belum beroperasi. 

Menurut Fitri, timnya sudah melakukan survei dan menemukan beberapa kekurangan pada dapur Yayasan Mitra Sehat Nol Delapan, yang terletak di Kampung Air Samak, Kecamatan Mentok.

"Yang saya tau, kemarin itu ada tim saya yang survei sesuai apa yang dilihat di lapangan, kekurangannya itu ada 9 poin, yang paling riskan pada bagian tembok," ucapnya, Senin (5/1/2026). 

Fitria menyampaikan, pihaknya hanya melaporkan apa yang dilihat secara langsung dan mengikuti aturan yang telah tertuang pada petunjuk teknis.

"Itu tidak menggunakan permanen, itu masih menggunakan GRC. Tapi kita dari pimpinan sesuai juknis nomor 63 sama juknis 244 tahun 2025 direvisi kedua dan revisi ketiga, itu dijelaskan bangunan yang standar tahan gempa gitu. Itu berdasarkan Permen PU nomor 5 tahun 2006," ucapnya.

"Itu dijelaskan banyak itu, termasuk tidak menggunakan GRC, tapi si bapaknya ngotot, alasan tahan panas dan segala macam ya. Tapi kita sesuai prosedur dari pimpinan ya kita jalani gitu, sesuai SOP kita," sambung Fitria.

Fitria mengatakan calon mitra tersebut harusnya melayani 2.500 penerima manfaat, terdiri dari 2.000 pelajar dan 500 ibu hamil, menyusui serta balita.

"Dari tim kita yang survei kekurangannya banyak sebenarnya, tapi yang riskan aja, jadi dibuat tidak ada ruang konsultasi gizi, tembok tidak permanen, terus ada beberapa poin lagi seperti peralatan masak dan kendaraan oprasional, itu tidak sesuai dengan standar BGN," ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, bangunan yang dibuat untuk Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program makan bergizi gratis (MBG) di Kampung Air Samak, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) belum dapat izin operasi. 

Pemilik bangunan sekaligus Ketua Yayasan Mitra Sehat Nol Delapan, Dadang Destari Putra, menyampaikan dapur tersebut sebenarnya sudah siap beroprasi, peralatan memasak dan perlengkapan semuanya sudah disiapkan.

"Kondisi dapur kita sudah 100 persen, kami sudah menyiapkan peralatan dapur, alat masak, dan persyaratan minimal yang diwajib di upload di portal sudah kami siapkan," ucapnya, Senin (5/1/2026). 

Dadang mengatakan, kendala untuk izin operasi itu, setelah survei oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menyatakan tidak layak, karena bangunan tidak terbuat dari beton.

"Kendala itu pada survei dilapangan itu. Kami di falidasi bahwa dapur kami tidak permanen karena menggunakan GRC (Glassfiber Reinforced Concrete)," ujarnya. 

Dadang menyayangkan Dapur SPPG miliknya belum dapat beroperasi, lantaran sudah menelan anggaran berkisar Rp1,5 Miliar untuk investasi menjalankan program MBG tersebut.

"Sepengetahuan saya permanen tidak permanen itu, adalah Hak Kementrian PU melaluai SimBG. Dan kontaminasi silang itu yang berhak menentukan Dinas Kesehatan," katanya.

"SPPI tidak mempunyai kualifikasi ataupun klasifikasi untuk menentukan itu. Permanen tidak permanen. kontaminasi silang atau tidak," sambung Dadang. 

Menurut Dadang, dirinya sengaja memilih dinding berbahan GRC karena sudah memperhitungkan iklim di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

"Dari awal perencanaan, kebetulan saya perencana kontruksi, kami terbiasa melalukan observasi awal. Mulai dari juknis yang disiapkan BGN, kondisi alam sekitar, dan cuaca sekitar," katanya.

"Bahan yang paling ideal untuk pembuatan dapur bahan moderen itu GRC. Karena anti api, jamur, licin, mudah dibersihkan dan finisingnya gampang," tambahnya.

Dadang berharap dapur miliknya tersebut segera mendapatkan izin untuk beroprasi menyalurkan MBG kepada para pelajar.

"Harapan kita bisa segera beroprasi, kebetulan istri saya juga sering menyediakan ketring untuk anak-anak sekolah sebelum adanya MBG ini," katanya.

"Beberapa sekolahan yang belum menerima MBG ini berharap mendapatkan MBG dari dapur kami karena mereka sudah tahu kualitas dapur kami," ucap Dadang. 

 

Editor : Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut