get app
inews
Aa Text
Read Next : Babel Masih Alami Inflasi 0,28 Persen pada Januari 2026, Harga Ikan Jadi Pemicu

Generasi Muda Rentan Penipuan Online dan Judol, Literasi Digital Terus Digenjot

Minggu, 30 November 2025 | 11:09 WIB
header img
Bulan Fintech Nasional: AFTECH Genjot Literasi Keuangan Digital untuk Generasi Muda Babel. Foto : ist

PANGKALPINANG, Lintasbabel.iNews.id - Upaya memperluas literasi keuangan digital terus digenjot Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH). Kali ini, Bangka Belitung (Babel) menjadi salah satu titik edukasi lewat program Indonesia Fintech Youth Community (INFINITY) yang masuk rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 dan kampanye #FintechAmanTepercaya.

Program ini menyasar mahasiswa dan generasi muda yang semakin akrab dengan transaksi digital, namun juga rentan terpapar penipuan online, pinjaman ilegal, hingga judi online.

Sekjen AFTECH, Firlie Ganinduto, menyebut langkah perluasan literasi ini didasari survei Annual Members Survey (AMS) 2024–2025 yang menemukan adopsi layanan fintech masih terpusat di Jawa.

“Generasi muda adalah motor ekonomi digital. Mereka perlu dibekali kemampuan mengelola keuangan, memahami risiko penipuan, hingga menggunakan fintech secara aman dan bertanggung jawab. INFINITY kami rancang untuk menjawab kebutuhan itu,” ujar Firlie, Sabtu (29/11/2025).

Firlie menilai Babel punya potensi besar di sektor ekonomi digital. Provinsi ini bertengger di posisi kedua Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025, ditopang budaya, kuliner, dan kerajinan lokal yang mudah berkembang lewat platform digital.

“Potensinya besar dan generasi mudanya adaptif. Tinggal bagaimana memastikan mereka memanfaatkan teknologi keuangan secara tepat dan aman,” katanya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Babel, Rommy S. Tamawiwy, mencatat percepatan digitalisasi Babel makin terasa. Transaksi QRIS tumbuh 164,24% (yoy) pada triwulan III-2025.

“Volume transaksinya sudah 13,6 juta kali dengan lebih dari 225 ribu pengguna dan 181 ribu merchant, mayoritas UMKM. Pembayaran digital sudah jadi kebiasaan di Babel,” jelasnya.

Namun tingginya transaksi digital turut membawa risiko baru. Rommy menyoroti masih maraknya penipuan online, layanan fintech ilegal, serta eksposur judi online.

“INFINITY Goes to Campus datang di momentum yang tepat. Anak muda harus paham manfaat dan risikonya, dan memastikan layanan yang digunakan legal serta diawasi BI dan OJK,” ucapnya.

Sementara itu, Manajer Madya OJK Provinsi Babel, Andrias Masil, menegaskan inklusi keuangan tidak cukup hanya soal akses. Literasi menjadi elemen krusial agar masyarakat tidak terjebak produk keuangan berisiko.

“Tanpa pemahaman, akses justru bisa menimbulkan kerentanan. Karena itu kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan asosiasi seperti AFTECH penting untuk memperkuat edukasi,” katanya.

Lewat INFINITY Goes to Campus, AFTECH bersama OJK, Bank Indonesia, dan pelaku industri berharap generasi muda Babel bisa semakin paham menggunakan layanan keuangan digital secara aman dan produktif.

Sebagai bagian dari BFN 2025, masyarakat juga bisa mengikuti berbagai program seperti Virtual Job Fair dengan 154 lowongan, 48 promo fintech, hingga 26 rangkaian edukasi sepanjang 11.11–12.12.

Puncaknya, Conference & Expo BFN Fest bakal digelar 10–11 Desember 2025 di The Kasablanka Hall, Jakarta.

AFTECH mengajak masyarakat ikut mendorong ekosistem fintech yang inklusif dan aman lewat kampanye #FintechAmanTepercaya.

Editor : Haryanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut