Siapakah North Macedonia? Sang Pengubur Mimpi Italia

PANGKALPINANG, lintasbabel.id - Italia tersingkir dari Piala Dunia 2022 setelah dipermalukan Republik Macedonia Utara dengan skor tipis 0-1. Gol tunggal Alexsandar Trajkovski pada masa injury time (90+1) membuat pasukan Roberto Mancini harus membatalkan tiket ke Qatar 2022. Sekaligus mencatatkan diri dua kali berturut-turut tidak lolos keputaran final Piala Dunia, sejak 2018.
Sebelum peluit pertandingan, Italia sebagai salah satu raksasa sekaligus kiblat sepakbola dunia yang terkenal dengan Catenaccio alias pertahanan grendel diperkirakan akan berpesta dibabak play off karena hanya akan berhadapan dengan Macedonia Utara, apalagi pertandingan digelar di stadion Renzo Barbera, Palermo markas Timnas Italia.
Nama-nama mentereng dalam barisan skuad Italia, mulai dari bek gaek Giorgio Chiellini, kiper Gianluigi Donnarumma hingga barisan penyerang yang dihuni Ciro Immobile, Lorenzo Insigne, dan Domenico Berardi, ditambah juru taktik yang sudah punya portofolio gahar, Roberto Mancini ternyata hanya mampu tampil tidak berkutik dihadapan pasukan Blagoja Milevski.
Bagi publik Indonesia, dapat dipastikan masih banyak yang bahkan tidak mengenal nama Republik Macedonia Utara, salah satu negara dikawasan baltik dan merupakan pecahan dari Yugoslavia.
Berikut informasi tentang Republik Macedonia Utara yang dihimpun dari berbagai sumber :
Resmi memproklamirkan pemisahan diri dari Yugoslavia pada tanggal 8 September 1991 dengan nama Republik Macedonia. Baru pada tanggal 12 Februari 2019, berganti nama menjadi Republik Macedonia Utara.
Negara dengan luas wilayah 25.713 Km2 ini memiliki jumlah penduduk sekitar 2,1 juta jiwa. Sistem pemerintahan yang dianut oleh negara beribukota Skopje ini adalah sistem Kesatuan Parlementer Republik Konstitusional dengan kepala negara saat ini dijabat oleh Presiden Stevo Pendarovski dan Perdana Menteri Dimitar Kovacevksi.
Republik Macedonia Utara berbatasan langsung dengan empat negara, yaitu Yunani, Albania, Bulgaria dan Serbia.
Walaupun merupakan pecahan dari Yugoslavia yang dikenal sebagai salah satu pilar negara-negara non nblok dan terletak dikawasan Baltik, negara yang pernah mengalami masa kejayaan dimasa Bizantium (abad 11-16 Masehi) ini merupakan anggota PBB, NATO, dan Majelis Eropa. Bahkan sejak Desember 2005 sedang mengajukan diri untuk bergabung dengan Uni Eropa.
Editor : Muri Setiawan